Share

Ahmad Zacky, Penghulu Asal Kanor Penulis Buku-buku Motivasi Islam

Bojonegoro, Media Center – Buku ‘Jangan Bersedih, Dosa Anda Pasti Diampuni Allah’ baru saja launching. Buku tersebut ditulis oleh H. Ahmad Zacky, penulis produktif asal Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Sampai kini, sudah lebih dari 50 karya buku ditulis olehnya.

“Hampir semua adalah buku tentang motivasi. Seperti buku terbaru saya (Jangan Bersedih, Dosa Anda Pasti Diampuni) menunjukkan rahmat Allah itu sangat luas. Jadi seberapa besar dosa anda pasti diampuni selain dosa syirik. Jadi jangan putus asa,” katanya.

Kini ia sedang menyiapkan dua buku, yakni tentang mukjizaat sholat khusuk perspektif medis dan psikologis, dan dahsyatnya 6 amalan pintu rejeki. Buku kedua yang akan terbit ini diantaranya mengulas tentang kekeliruan banyak orang memaknai hidup zuhud.

“Padahal, syayidina Ali bi Abi Thalib pernah berkata seandainya kemiskinan itu berwujud manusia akan saya bunuh,” terangnya.

Ahmad Zacky bukanlah penulis baru. Ia sudah malang melintang di dunia perbukuan. Hingga saat ini ia sudah menulis lebih dari 50 buku bacaan yang hampir semua bertema Islam dan motivasi.

Ia menceritakan menulis sudah dimulai sejak kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selain itu ia pernah menulis di majalah Ponpes Langitan dan menulis majalah IAIN Surabaya, Semesta.

Lulus kuliah sekitar tahun 2000an, ia sempat pulang di desa, sibuk di tambak. Saya juga mengajar di Madrasah Aliyah Ponpes Ihyaululum Gresik. Ia bertemu Maftuh Afnan yang menulis untuk buku-buku islam yang dijual di bus.

“Kemudian saya menulis buku sendiri. Diantaranya Fikih Seksual, Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga (2018), Nikmatnya Ibadah, dan Tadabur Cinta,” terangnya.

Ahmad Zacky tiap hari menjadi penghulu di Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kanor. Jadi dia selalu sibuk dengan pernikahan warga Kecamatan Kanor. Pada bulan-bulan tertentu dia sangat sibuk menikahkan para mempelai.

Baginya menulis buku bertema Islam adalah sebagai penyeimbang buku-buku Islam dari aliran-aliran yang tidak pas untuk masyarakat Indonesia. Ia juga mengkader beberapa anak muda dari Nahdliyin untuk menulis tema-tema Islam yang ‘ala’ NU.

“Jadi bisa sebagai penyeimbang wacana-wacana yang berkembang di masyarakat. Kita perlu terus juga mengampanyekan buku-buku motiviasi Islam agar terus diproduksi. Agara umat Islam tidak berputus asa. Dan tema buku tidak harus mengikuti pasar,” tuturnya. (nn)

Leave a Comment