Share

Akhir 2015, Gedung Budaya dan Industri Ekonomi Kreatif Mulai Dikerjakan

Bojonegoro (Media Center) – Pembangunan Gedung Budaya dan Industri Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bojonegoro telah direncanakan selama beberapa tahun. Setelah melalui beberapa proses perencanaan, pembangunan gedung ini akan dilakukan di akhir tahun ini.

Suyanto, Kabid Pengembangan dan Pelestarian Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro mengatakan, saat ini telah ada lokasi yang ditentukan dan menunggu proses observasi kelayakan tanah lantaran berada tak jauh dari sudetan sungai Bengawan Solo.

“Setelah dinyatakan layak, segera dilakukan pembangunan fisik. Tahun ini mulai pengurugan dan membuat pondasinya,” lanjut pria yang akdar disapa Yanto ini, Senin (2/3/2015).

Pembangunan gedung yang meliputi lokasi Museum Rajekwesi ini akan dibangun di lahan seluas 2 hingga 3 hektar (Ha). Sementara total luas komplek gedung termasuk sarana dan fasilitas penunjang lainnya mencapai 10 Ha.

“Lokasinya di sekitar sebelah barat Kodim di jalan HOS. Cokroaminoto,” imbuhnya.

Suyanto menambahkan, khusus untuk pengisian Museum Rajekwesi, pihaknya telah mendata perajin wayang, sanggar lukis lokal Bojonegoro untuk diajak bekerjasama mengisi kelengkapan museum. Menurutnya, untuk interior museum semuanya diusahakan dikerjakan oleh para seniman dan aktivis lokal untuk menjaga ciri khas Bojonegoro.

“Untuk museum, kita usahakan semua yang terlibat adalah warga lokal. Mengingat di Bojonegoro banyak pegiat seni dan juga pemerhati sejarah,” tukasnya.

Sementara itu, sejauh ini, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran telah mendata sejumlah temuan di Kabupaten Bojonegoro. Setidaknya ada 300 lebih jenis fosil yang telah ditemukan di Bojonegoro. Temuan ini tak hanya disimpan di Museum Rajekwesi yang saat ini menumpang di Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro, tetapi juga disimpan oleh beberapa pemerhati sejarah agar tak disalahgunakan dan diperdagangkan. (lya/*acw)

Leave a Comment