Share

Anggap Silpa karena kurang matangnya perencanaan

Bojonegoro (Media Center) – Delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberikan pandangan umumnya atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2014 di ruang rapat paripurna, Senin (6/7).

Fraksi PDI Perjuangan yang diwakili oleh Doni Bayu Setiawan, menyampaikan, terkait pendapatan asli daerah (PAD) telah mengalami kenaikan signifikan. Yakni mencapai 34,99 persen dari tahun lalu.

Namun, lanjut Doni, menilai upaya peningkatan pendapatan daerah belum optimal, sebab belum melihat adanya kreatifitas peningkatan Pendapatan Daerah melalui upaya menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah yang baru.

“Selama ini PAD hanya bersumber dari pos yang bersifat rutinitas dan normatif,” tukasnya.

Selanjutnya terkait sisa lebih pembiayaan (silpa) APBD tahun 2014 sebesar Rp 370 miliar lebih. Jumlah tersebut disebabkan adanya pelampauan pendapatan, efisisensi belanja, sisa DAK, program yang tidak bisa dilaksanakan, alasan manajemen, dan lain sebagainya.

“Kami menganggap, besarnya silpa karena perencanaan yang kurang matang,” pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment