Share

Anggaran Habis, Disnakertransos Bojonegoro Masih Layani Permintaan Droping

Anggaran droping air bersih untuk daerah yang mengalami kekeringan telah terserap semua oleh Dinas Tenaga kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro. Anggarang sebanyak Rp75 juta ini telah habis untuk menyuplai air bersih pada 44 desa di 19 kecamatan.

Bojonegoro – Anggaran droping air bersih untuk daerah yang mengalami kekeringan telah terserap semua oleh Dinas Tenaga kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro. Anggarang sebanyak Rp75 juta ini telah habis untuk menyuplai air bersih pada 44 desa di 19 kecamatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Adie Witjaksono mengatakan jika anggaran ini untuk bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan sudah terserap semua.

“Anggaran untuk bantuan kekeringan disediakan sebanyak Rp75 juta sudah terserap semua. Namun jika masih ada yang membutuhkan bantuan air bisa meminta dari koperasi,” jelasnya.

Anggaran ini diperuntukkan untuk biaya operasional saat droping seperti gaji sopir hingga BBM mobil tangki. “Yang mahal dari bantuan air diantaranya untuk operasional, seperti gaji sopir, dan beli air PDAM, dan yang paling banyak untuk BBMnya,” terangnya.

Meskipun dana untuk bantuan air bersih itu sudah terserap semua, namun pihaknya mengaku masih melayani warga yang mengalami kesulitan air bersih. Terutama kecamatan yang masih kesulitan mendapat sumber air seperti Kecamatan Kedungadem, dan Sugihwaras.(**mcb)

Leave a Comment