Share

Bangun 17 Halte dan 7 Palang Pintu Perlintasan

Kecamatan Kapas berada di lintasan kerata api di Desa Kalianayar, di Kecamatan Bojonegoro berada di Kelurahan Sumbang dan di Kecamatan Kalitidu berada di lintasan kereta api di Pumpungan dan Leran. Sesuai aturan, pendirian palang pintu perlintasan memiliki jarak 800 meter dengan palang pintu lainnya.

Bojonegoro (Media Center) – Berbagai terobosan dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Jawa Timur, untuk meningkatkan pelayanan pengendara maupun pengguna sarana transportasi di wilayahnya. Salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan operator migas Lapangan Sukowati, Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), dalam membangun halte atau shalter baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan.

Ada 17 halte yang dibangun Dishub bersama JOBP-PEJ. Diantaranya di wilayah kota berada di Jalan Veteran, Jalan Pemuda, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Gajah Mada, Jalan Untung Suropati dan Jalan Hos Cokroaminoto. Kemudian, di sepanjang jalur Bojonegoro – Surabaya diantaranya di Kecamatan Kapas, Balen, Sumberejo. Di jalur Bojonegoro – Nganjuk berada di selatan SMPN 3 Bojonegoro, tepatnya di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, serta di sepanjang Jalur Bojonegoro – Padangan.

“Kita harapkan dengan shelter ini akan memberikan kenyamanan penumpang yang sedang menunggu angkutan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar.

Tak hanya itu, pada tahun 2014 ini, Dishub juga membangun palang pintu di perlintasan kereta api yang belum memiliki palang pintu di wilayahnya. Ada 7 palang pintu baru yang dibangun mulai ujung Bojonegoro bagian timur hingga barat. Yakni di Kecamatan Sumberejo berada di lintasan kerata api Desa Talun dan Medalem, di Kecamatan Balen lintasan kereta api di Desa Balenrejo atau pertigaan arah ke Kecamatan Sugihwaras.

Kemudian di Kecamatan Kapas berada di lintasan kerata api di Desa Kalianayar, di Kecamatan Bojonegoro berada di Kelurahan Sumbang dan di Kecamatan Kalitidu berada di lintasan kereta api di Pumpungan dan Leran. Sesuai aturan, pendirian palang pintu perlintasan memiliki jarak 800 meter dengan palang pintu lainnya.

Pembangunan palang pintu perlintasan kereta api ini merupakan instruksi dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Di mana pembangunan palang pintu diserhakan kepada masing-masing kabupaten/kota. Selain itu, Dishub juga akan menambah petugas penjaga perlintasan kereta api secara bertahap dengan bekerja sama dengan Provinsi Jatim.

“Ini untuk menekan jumlah kecelakaan kereta api yang banyak terjadi di perlintasan tanpa palang pintu. Apalagi sekarang intesitas lalu lintas kereta api lebih padat dengan adanya double track,” tegas Iskandar.

“Selain itu juga untuk tetap menghidupkan perekonomian warga di selatan rel, karena jika tidak diberi palang pintu lintasan itu akan ditutup,” lanjut dia.

Untuk mendukung pembangunan palang pintu lintasan kereta api, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga akan memaving jalan di sepanjang rel. Hal itu untuk memudahkan warga yang tinggal di sepanjang rel yang ingin menjangkau palang pintu perlintasan.
Isakandar juga mengungkapkan, pihaknya telah membangun traffick sistim control (TSC) dan Speedtrop di sejumlah titik yang padat lalu lintas. Tujuan dibangunnya fasilitas itu untuk mengurangi kecepatan pengendara.

“Semua yang kita lakukan ini untuk menekan kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi penumpang maupun pengguna jalan,” pungkas mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro itu. (**/numcb)

Leave a Comment