Share

Banjir Bengawan Solo, Warga Ungsikan Ternak

Bojonegoro,24/2 (Media Center) – Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo menjadi bencana yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro selama musim hujan. Salah satu daerah yang terdampak adalah Desa Ngablak, Kecamatan Dander yang menjadi langganan luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Ketinggian muka air (TMA) Bengawan Solo yang mencapai siaga merah, Jumat (23/2) membuat warga Desa Ngablak mengungsikan hewan ternak seperti sapi dan kambing ke tempat yang lebih tinggi. Salah satunya, Sardi. Ia mengungsikan sapinya sekitar pukul 09.00 WIB Jumat kemarin lantaran air telah menggenangi kandang sapi miliknya setinggi 10 cm.

“Karena khawatir banjir semakin tinggi, saya ungsikan sapi terlebih dulu,” ujar pria paruh abaya ini.

Ia beserta warga lainnya berharap agar banjir Bengawan Solo segera surut dan warga bisa beraktivitas seperti semula.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, bahwa TMA sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami tren penurunan. Update terbaru, pada Sabtu (24/2) pukul 14.00 WIB, papan duga Taman Bengawan Solo menunjukkan angka 14.61 peill schaal (Siaga Kuning) dengan tren turun.(*yen-lai/mcb)

Leave a Comment