Share

Bantuan Bencana, Disnakertransos Habiskan Stok 2014

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi bencana yang cukup besar. Tak hanya bencana banjir, tanah longsor di musim penghujan, saat kemarau pun, Bojonegoro berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih di beberapa wilayah kecamatan.

Untuk mengahadapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Tenaga Kerta Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) menganggarkan sebanyak Rp 400.225.000 untuk anggaran kebencanaan dan Rp 100.923.000 untuk dana tanggap darurat. Saat ini, anggaran telah difungsikan dengan dibelanjakan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, sandang dan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh korban bencana.

Dwi Harningsih, Kabid Bimbingan Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro mengatakan, besaran anggaran ini memang diperuntukkan untuk bantuan baik sembako maupun keperluan lain korban bencana alam.

“Kalau BPBD bantuan berupa uang, kami dari Disnakertransos yang menyediakan sembako dan bantuan lainnya berupa barang,” jelas Dwi.

Dwi mengungkapkan, setelah ada laporan yang masuk terkait kejadian bencana, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan bantuan bahan pangan. Namun, meski telah beberapa kali mendistribusikan bantuan, Dwi mengaku stok sembako yang dibagikan merupakan stok tahun 2014 lalu.

“Karena akhir 2014 tak ada banjir Bengawan Solo, jadi stok sembako masih cukup banyak,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, di tahun 2015 ini pihaknya belum melakukan pengadaan bantuan. Selain stok sembako masih cukup banyak, anggaran kebencanaan dan tanggap darurat ini tak hanya difokuskan untuk korban bencana banjir namun juga untuk menghadapi musim kemarau.

“Peruntukannya bukan hanya untuk pengadaan sembako saja, tapi nanti kemarau juga digunakan untuk operasional droping air bersih,” pungkas wanita berambut pendek ini. (lya/*acw)

Leave a Comment