Share

Batasan Pemasangan Iklan Rokok Tak Pengaruhi Pembelian Tembakau Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Beberapa daerah di Indonesia mulai memberlakukan pembatasan hingga larangan pemasangan reklame produk tembakau. Hal ini menimbulkan keresahan bagi sebagian warga Bojonegoro, terutama para petani yang menanam tembakau sebagai tanaman saat musim kemarau.

Seperti disampaikan Heri (40), salah satu petani yang biasa menanam tembakau di bantaran sungai Bengawan Solo. Pria yang sehari-hari bekerja serabutan ini beralih profesi menjadi petani tembakau saat sungai terpanjang di Pulau Jawa ini surut.

“Saya tak punya lahan, tapi saat Bengawan Solo surut bisa tanam tembakau,” ujar warga Desa Banjarsari ini.

Di musim kemarau nanti, ia mengaku enggan menanam tembakau lantaran takut hasil panenan tak terbeli oleh pabrikan.

Sementara itu, Khoirul Insan, Kabid Usaha Perkebunan Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro mengaku memang ada pengurangan luas lahan tembakau. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi minimnya pembelian tembakau oleh pabrikan.

“Pabrikan besar sudah mengirim kuota pembelian tembakau Bojonegoro. Kita siapkan lahan sekitar 8.000 hektar,” terang Insan.

Ia menuturkan, adanya pembatasan iklan maupun reklame rokok tak terlalu mempengaruhi penyerapan tembakau Bojonegoro oleh pabrikan. Hal ini, menurut Insan, lantaran meski memiliki pasar terbatas, kebutuhan tembakau tergolong stabil karena memiliki pasar tertentu.

“Tahun ini RPJMD luas lahan tembakau lebih tinggi, tapi tetap kita batasi. Jangan sampai luasan terlalu banyak dan berimbas pada harga tembakau,” pungkasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment