Share

Belum Seluruh Limbah Tahu Bojonegoro Tertangani IPAL

Bojonegoro, 2/1 (Media Center) – Belum seluruh limbah tahu di Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, diproses dengan instalasi pengolah air limbah (IPAL) yang baru dibangun dengan alokasi anggaran Rp8,45 miliar.

Kepala Kepala Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan Kota, Bojonegoro Winarto, Selasa (2/1), limbah tahu di kelurahan setempat yang ditangani melalui IPAL yang baru dibangun baru sebagian.

“Saya tidak hapal jumlah perajin tahu. Tapi IPAL yang baru dibangun hanya menangani limbah sebagian industri tahu,” ujarnya.

Namun, menurut dia, pemerintah kabupaten (pemkab) melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya akan menambah IPAL pada 2018.

Pelaksana PT Laju Luas Indonesia Solikhin, membenarkan IPAL yang sekarang sudah terpasang belum menjangkau seluruh limbah industri tahu.

IPAL yang baru terbangun itu, lanjut dia, dimanfaatkan untuk mengolah limbah 25 industri tahu dan limbah 58 rumah di Kelurahan Ledokkulon. Padahal di kelurahan setempat ada sekitar 80 industri tahu.

“Rencananya pada 2018 akan ada tambahan satu unit IPAL lagi,” ucapnya menjelaskan.

IPAL di lokasi setempat sudah difungsikan sejak 22 Desember 2017 untuk mengolah limbah 25 industri tahu dan limbah rumah tangga 58 rumah di Kelurahan Ledokkulon.

“Limbah industri tahu dan rumah tangga yang diolah melalui IPAL ini sekitar 30 meter kubik dalam sehari,” ucap Solikhin di lokasi IPAL.

Menurut dia, proses pengolahan limbah industri tahu dan rumah tangga di unit IPAL yang kapasitasnya mencapai 285 meter kubik itu berjalan normal dan lancar dengan hasil yang bagus.

“Tapi kami tetap akan mengecek hasil air pengolahan limbah di Laboratorium Lingkungan Hidup Mojokerto,” ucapnya menambahkan.

Sebelum ini, lanjut dia, limbah industri tahu di kelurahan setempat dibuang di lingkungan setempat sehingga mencemari sumur warga.

“Hasil pengolahan limbah tahu di unit IPAL dibuang melalui pipa sebelum akhirnya masuk ke Bengawan Solo,” ucapnya.

Ia menambahkan warga bisa menerima keberadaan IPAL, bahkan pengusaha industri tahu banyak yang menanyakan program pemasangan IPAL. (*/mcb)

Leave a Comment