Share

Bengawan Solo Bojonegoro Surut, Tapi Tetap Waspada

Bojonegoro (Media Center) – Banjir luapan Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat, mulai surut, tapi kewaspadaan tetap dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah setempat dengan pertimbangan banjir bisa terulang kembali.

“Banjir Bengawan Solo mulai surut, tetapi kepaswadaan menghadapi ancaman banjir tetap dilakukan BPBD termasuk Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) yang melibatkan berbagai instansi terkait masih diberlakukan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Bojonegoro Kusnandaka Tjatur.

“Pusdalops tetap bersiaga secara penuh selama musim hujan,” tambahnya.

Sementera itu, data di BPBD setempat, ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro turun menjadi 14.61  meter (siaga II-kuning), Jumat pukul 06.00 WIB.

Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dari Kota Bojonegoro, ketinggian air Bengawan Solo turun drastis menjadi 25,11 meter, Jumat pukul 06.00 WIB.
“Ketinggian Bengawan Solo di Bojonegoro dari siaga III turun ke siaga II sejak Kamis (19/12) pukul 21.00 WIB. Rata-rata penurunan air berkisar 3 centimeter per jamnya,” kata Petugas Posko  Pelakana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Suyono.

Namun, seorang warga asal Ngawi Muh. Halwan menjelaskan di daerah Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan dan sekitarnya telah terjadi hujan deras dengan waktu yang panjang, Kamis (19/12) malam.

“Hujan tidak berhenti-berhenti seharian semalaman,” ujarnya.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, genangan banjir Bengawan Solo di daerah setempat masih merendam 100 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Di wilayah genangan banjir terdapat  8.622  pemukiman warga, di antaranya warga yang mengungsi 1.675 jiwa.

Banjir juga merendam areal tanaman padi seluas  4.865 hektare, palawija 575 hektare dan merendam prasarana dan sarana umum , seperti lembaga pendidikan, masjid, jalan desa, kecamatan dan kabupaten. Diperkirakan kerugian banjir mencapai Rp8,796 miliar. (samcb)

Leave a Comment