Share

Bengawan Solo Meluap, Petani Bojonegoro Panen Dini

Bojonegoro (Media Center) – Petani di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegor, melakukan panen dini, Senin (6/4/2015). Hal ini karena tanaman padi para petani terendam air banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo sejak Sabtu (4/4/2015) lalu.

Salah satu petani setempat, Maryo (45) mengatakan, panen dini itu dilakukan untuk mengurangi jumlah kerugian yang dialami.

“Mestinya belum waktunya panen, maksimalnya tujuh sampai sepuluh hari lagi agar buahnya maksimal. Tetapi karena terendam air terpaksa kita lakukan panen dini,” ujarnya.

Selain dia, sejumlah petani lain juga melakukan hal yang sama agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Tanaman padi yang dipanen tampak baru menguning separo. Bulir padi yang berwarna kuning hanya dibagian pucuk, sedangkan dibagian bawahnya masih tampak hijau dan belum berisi.

“Sedapatnya saja hasil panennya dari pada tidak bisa memanen,” ujar Maryo sembari mengusung padi dari genangan air.

Meski sebagian petani dapat melakukan panen dini, namun petani lain di beberapa desa di Kecamatan Kanor justru membiarkan tanaman padinya terendam air. Sebab, tanaman padi mereka baru berusia 20-25 hari. Sehingga padi baru mulai berbuah dan belum bisa dipanen.

“Ada sekitar 81 hektar tanaman padi yang baru berbuah sudah terendam air,” sambung Camat Kanor, Subiyono.

Puluhan hektar tanaman padi itu tersebar dibeberapa desa diantaranya, Desa Cangakan, Piyak, Kabalan dan Semambung. Umur padi bervariatif antara 20 sampai 30 hari. Menurut Subiyono, jika padi tersebut terendam air sampai lima atau enam hari maka dipastikan gagal panen. “Tapi kalau hanya dua atau tiga hari masih bisa dipanen,” jelasnya.

Meski banjir di Kecamatan Kanor belum usai, ia memprediksi jumlah kerugian pertanian di wilayahnya mencapai Rp500 juta, baik pertanian padi maupun palawija.

“Jumlah rumah yang tergenang tidak seberapa, hanya pertanian padi dan palawija,” imbuhnya.

Selain di Kecamatan Kanor, sebagian para petani yang berada di Kecamatan Baureno, Balen, Kapas, Trucuk maupun Kalitidu juga melakukan panen dini pasca padi mereka terendam air. Puluhan hektare tanaman padi itu sejak Sabtu (4/4) mulai terendam akibat luapan air sungai terpanjang di pulau jawa itu. (dwi/*acw)

Leave a Comment