Share

Bengawan Solo Surut, Warga Bojonegoro Produksi Bata

Menurutnya, meski tak banyak, keuntungan yang didapat untuk pembuatan bata ini cukup menjanjikan, hal ini karena bahan baku yang sudah tersedia di sepanjang Bengawan Solo

Bojonegoro (Media Center) – Endapan lumpur Bengawan Solo yang terjadi saat musim penghujan, merupakan harta terpendam bagi pengrajin batu bata saat kemarau tiba. Termasuk bagi Supri, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Jawa Timur,

Supri yang mengaku hanya membuat batu bata saat musim kemarau ini, mengaku beruntung tinggal di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa Tersebut. “Karena tidak ada pekerjaan lain, saat kemarau lebih enak membuat bata,” ujarnya sambil mengaduk endapan lumpur dengan air.

Lokasi pembuatan batu bata yang digunakannya hanya berjarak beberapa meter dari aliran air Bengawan Solo, hal ini memudahkannya untuk mendapatkan air yang diperlukan guna dicampur dengan lumpur dan sekam gabah untuk membuat bata.

Termasuk kebutuhannya untuk melakukan penjemuran batu bata setengah jadi, semua didapatkannya dari hidup bersama aliran Bengawan Solo. Menurut Supri, kelebihan lain membuat bata saat kemarau adalah proses pengeringan yang cepat, yakni hanya membutuhkan waktu satu hingga dua hari agar batu bata siap dibakar, jauh lebih cepat dibanding saat musim penghujan yang membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu.

Menurutnya, meski tak banyak, keuntungan yang didapat untuk pembuatan bata ini cukup menjanjikan, hal ini karena bahan baku yang sudah tersedia di sepanjang Bengawan Solo. “Karena modalnya hanya tenaga dan saat pembakaran saja, jadi enak membuat bata saja saat kemarau,” pungkasnya. (*/lyamcb)

Leave a Comment