Share

Bertanya Kepada Tanah, Benih, Tanaman dan Cuaca

Petani dan Pendidik. Pendidik perlu memahami potensi dasar para murid dan menggaulinya dlm proses pendidikan. Karena itulah para pendidik harus pandai mendengar, bertanya, mengamati, menyimpulkan, menjelaskan dan menyemangati.

Petani dan Pendidik. Pendidik perlu memahami potensi dasar para murid dan menggaulinya dlm proses pendidikan. Karena itulah para pendidik harus pandai mendengar, bertanya, mengamati, menyimpulkan, menjelaskan dan menyemangati.

Seperti pendidik, Petani harus bisa memahami tanah, benih, tanaman, cuaca dan memperlakukan dengan tepat dan baik. Kepada tanah perlu ditanya, sehatkah dan apa yg miliki, bersediakah menerima benih dan apa saja yg perlu ditambahkan agar kelak benih itu tumbuh sehat dan bisa panen maksimal. Untuk benih, juga perlu ditanya apa dia siap di lahan panas dengan air yang terbatas.

Pagi ini, kami sedang panen kedelai uji coba, bersama Balitkabi Malang, Pemkab Bojonegoro dengan pasukan pertanian dan kelompok tani Tanjungharjo Kapas. Panen ini sebenarnya dimaksudkan untuk meyakinkan petani, bahwa di tanah kering, basah, dibawah naungan sekalipun menanam kedelai bisa untung. Memehami tanah, bibit, cuaca dan memadukannya dalam pola tanam yang tepat adalah kuncinya.

Agar petani mengenal potensi dan kekhasan bibit kedelai, di lahan yang pagi ini kita panen bersama ada 10 varitas baru yang dikenalkan dan 8 calon varitas baru yg akan direlease. Saya juga baru tahu ada varitas derring yg tahan kering, Anjasmoro yg tahan pecah, tidak mudah busuk kena hujan. Bibit Umur genjah, varitas Gema yang umurnya pendek, 75 – 70 hari dan Biji besar, genjah. Dewa 1, 2. Ada juga kedelai tumpang sari: Dena 1 dan 3 yang cocok atau tahan naungan

Dengan bibit yang beda panennya berbeda. Para ahli dari balitkabi mengidentifikasi tanah, lewat serangkaian alat bertanya atau lab. Dari hasil bertanya kepada tanah itu, diketahui keadaannya: tanah kapur dengan PH di atas 7, maka diperlukan pupuk dasar sp 36, 100 kg perhektar. Kandungan organik, 2,5 persen (rendah), jenis tanah vertisol rendah organik. Nitrogen: sedang, karena itu tidak perlu urea, tapi ponska, 100/ha, disebar diantara barisan
Dg Pospor: 1,7 – 3,8 (sangat rendah) dan Sulfat (sulfur) sangat rendah dengan PH 7: 9,9 – 10,1, maka pupuk ZA harus diberikan saat umur 15- 20 hari.

Angklingdhama dulu dikenal dengan aji gineng, keahlian berbicara dengan binatang. Kini para petani angklingdhama harus bisa berbicara dengan tanah, bibit, cuaca dan hama. Sebab produksi pertanian hanya bisa diwujudkan, bila petani mampu berbudi daya tepat seperti dilakukan para ahli. Bagaimana menjadikannya mampu bertanya kepada tanah, air, cuaca, bibit dan tumbuh2an secara tepat, maka sikap para ahli dan ppl harus seperti pelatih sepakbola. Di tangan merekalah para pemain petani itu saling belajar. Walau tahun ini pemkab mulai membekali petani dg alat ukur tanah, SLPTT, tak berarti tanpa tekad dan bersinergi bersama!

Bojonegoro, 20 sep 2014
Kang Yoto

Leave a Comment