Share

BI dan EMCL Jalin Kerjasama Untuk Berdayakan Karang Taruna

Bojonegoro, 15/8 (Media Center) – Bojonegoro Institute (BI) bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited, operator Blok Cepu memberikan Program Peningkatan Kinerja Karang Taruna di 10 Desa Kawasan Migas. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung pemkab Bojonegoro, Selasa (15/8) dan diikuti puluhan anggota karang taruna di 10 desa sasaran. Program ini telah memfasilitasi karang taruna yang didampingi untuk mampu melihat, menyepakati dan merencanakan sebuah program kerja unggulan.

Karang taruna, sebuah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial- akan semakin memberi sumbangsih yang sangat besar apabila mampu secara sungguh-sungguh terlibat dalam usaha pembangunan di desa dengan melakukan berbagai hal yang bermanfaat untuk anggota/pengurus karang taruna sendiri dan masyarakat.

“Terutama generasi muda di wilayah desa atau kelurahan yang bergerak dibidang usaha,” kata Direktur Bojonegoro Intitute (BI) Awe Saiful Huda.

Dia menambahkan, kesejahteraan sosial akan semakin memberi sumbangsih yang sangat besar apabila mampu secara sungguh-sungguh terlibat dalam usaha pembangunan di desa dengan melakukan berbagai hal yang bermanfaat untuk anggota atau pengurus karang taruna sendiri dan masyarakat.

“Pembuatan produk unggulan adalah upaya untuk mendorong agar karang taruna memiliki sebuah usaha untuk hadir dan memberi manfaat di desa masing-masing,” imbuhnya.

Program ini dilaksanakan melaui lokakarya yang dilakukan di masing-masing karang taruna dan didampingi pada 31 April hingga 5 Mei 2017.

“Hingga akhirnya disepakati di setiap karang taruna untuk dilaksanakan produk unggulan dengan mempertimbangkan potensi dan sumber daya yang ada,” tukasnya.

Program Peningkatan Kinerja Karang Taruna di 10 Desa Kawasan Migas diikuti oleh Desa Brabowan: Budidaya dan Pengelolaan Jambu Kristal, Desa Katur: Budidaya Tanaman di Lahan Pekarangan Rumah (Hortikultura), Desa Begadon: Pengelolaan dan Pengembangan Produksi Jamur Tiram, Desa Gayam: Kawasan Agrowisata Terpadu Desa Gayam, Desa Prayungan: Komunitas Bahasa Inggris (Putra Jaya English Course), Desa Ngringinrejo: Pengelolaan Kegiatan Outbound di Kebun Blimbing Ngringinrejo, Desa Mojodelik: Wisata Sendang Lego Desa Mojodelik, Desa Bonorejo: Pendirian Pasar Desa yang Dikelola Kartar, Desa Kapas: Reaktifasi dan Pengelolaan BUMDes Desa Kapas, Desa Ringintunggal: Pendirian dan Pengelolaan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Awe menyampaikan, membangun kemitraan secara umum akan terjalin apabila terdapat pihak yang merasakan adanya support yang perlu diberikan dalam sebuah rencana pembangunan yang focust of interest pada satu pihak saja.(*dwi/mcb)

Leave a Comment