Share

BLH Bentuk Kader, DKP Adopsi Adipura untuk Desa

Diantaranya adalah lomba lingkungan yang mengadopsi sistem penilaian yang diterapkan dalam Adipura. “Kita akan membuat lomba lingkungan tingkat desa. Jadi kriteria yang kita pakai nantinya juga tak beda jauh dengan yang digunakan seperti pada penilaian Adipura tingkat nasional

Bojonegoro (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana membentuk kader lingkungan di 430 desa yang tersebar di 27 kecamatan. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.

Rencananya di masing-masing desa nantinya terdapat tiga sampai lima kader lingkungan, jumlah itu disesuaikan dengan luas wilayah yang ada di tiap desa.

“Nanti kader-kader lingkungan ini yang akan menjadi penggerak masyarakat untuk mengelola lingkungan di desanya,” kata Kepala BLH Bojonegoro, Tedjo Sukmono.

Sebelum diterjunkan ke masing-masing desa, para kader lingkungan itu akan dibekali tentang cara bagaimana mengelola, membersihkan dan menata lingkungan dengan baik. Mulai dari membuat taman, memilah dan mengolah sampah menjadi kompos, dan mengolah limbah lainnya agar bermanfaat dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Kita nanti juga akan bekerja sama dengan Dinas Pertaman dan Kebersihan atau DKP dalam pelatihannya,” tegas Tedjo. Saat ini, pembentukan kader lingkungan sudah mulai dibentuk di 18 desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Bojonegoro.

“Harapan kita ke depan dengan terbentuknya kader lingkungan di tiap desa akan dapat mendorong dan memotivasi masyarakat untuk lebih sadar dalam mengelola dan menjaga lingkungannya,” pungkas Tedjo.

Pada bagian lain, Kepala DKP Bojonegoro, Nurul Azizah, mengungkapkan, pihaknya juga memprogramkan pemberdayaan masyarkat desa, utamanya pelibatan masyarakat untuk mencintai lingkungan.

Diantaranya adalah lomba lingkungan yang mengadopsi sistem penilaian yang diterapkan dalam Adipura. “Kita akan membuat lomba lingkungan tingkat desa. Jadi kriteria yang kita pakai nantinya juga tak beda jauh dengan yang digunakan seperti pada penilaian Adipura tingkat nasional,” sambung mantan camat Kalitidu yang pernah menyabet ppredikat camat berprestasi tingkat Nasional ini. (*/numcb)

 

Leave a Comment