Share

Blok Cepu Jadi Tumpuan Pemerintah 

Media Center (Bojonegoro) – Produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mengalami peningkatan dari 30 ribu barel per hari (bph) menjadi 40 ribu bph. Sementara puncak produksi diprediksi sebesar 165 ribu bph dapat tercapai pada kuartal III tahun 2015 ini.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, mengatakan, apabila ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil mencapai target tersebut, maka lifting nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 900 ribu Bph bisa tercapai.

“Saat ini kan negara defisit pasokan BBM, jadi kalau itu tercapai bisa sedikit tertolong,” ujarnya.

Dia menyampaikan, dengan adanya defisit itulah negara terpaksa mengimpor dalam jumlah yang lumayan besar. Namun jumlah realnya ada di pemerintah pusat.

“Defisitnya berapa, kami kurang tahu pasti. Tapi memang jumlahnya sangat besar karena lifting saat ini sekitar 800 ribu barel, sementara konsumsi BBM lebih dari itu,” lanjutnya.

Sesuai rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD), investasi di Proyek Banyuurip mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar. Dengan rincian untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar US$ 2,2 miliar dan pengeboran sumur sebanyak US$ 337 juta.

Pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO) serta fasilitas infrastruktur.

Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dengan Mobil Cepu Limited (MCL) sebagai operator. MCL, anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation, memegang 45 persen saham partisipasi, bersama PT Pertamina EP Cepu yang memegang 45 persen saham dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10 persen saham. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel.(wed)

Leave a Comment