Share

Bojonegoro Belum Miliki Regulasi Retribusi Naker Asing

Bojonegoro, 23/3 (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, sampai saat ini masih ada laporan keberadaan tenaga kerja (naker) asing yang bekerja di sektor minyak dan gas bumi (migas).

“Iya masih ada, tapi hanya dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu,” kata Kepala Bidang Hubungan Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Imam WS pada kabalbojonegoro.com, Kamis (22/3).

Menurutnya, keberadaan naker asing tersebut tidak sebanyak dulu saat dikerjakannya proyek EPC di Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMC).

“Kalau sekarang, hanya belasan saja. Itupun yang menetap sangat sedikit, lainnya keluar masuk Bojonegoro,” imbuhnya.

Selama ini, keberadaan tenaga asing belum memberikan kontribusi apapun untuk Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dikarenakan, sampai saat ini belum ada regulasi retribusi naker asing.

“Setahu saya dulu sempat dibahas di DPRD, tapi tidak ada gaungnya lagi,” imbuhnya.

Pihaknya berharap tidak hanya EMCL saja yang rajin melaporkan keberadaan naker asing selama ini. Namun juga perusahaan migas lainnya, untuk menghindari sanksi.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyatakan, ExxonMobil Cepu Limited saat ini memiliki lebih dari 400 orang karyawan.

“Dan 97 persen diantaranya merupakan putra putri Indonesia,” pungkasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment