Share

Bojonegoro Cegah Banjir Dengan Biopori

Hal ini telah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro. Tercatat ada sekitar 20.000 biopori yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Jumlah ini akan terus bertambah secara bertahap untuk mencegah banjir menggenangi wilayah bojonegoro terutapa di pemukiman penduduk.

Bojonegoro (Media Center) – Menyambut datangnya musim penghujan, Kabupaten Bojonegoro telah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah banjir. Selain menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan sampah yang menyumbat saluran air maupun gorong-gorong, pencegahan banjir juga bisa dilakukan dengan membuat biopori di pemukiman warga.

Hal ini telah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro. Tercatat ada sekitar 20.000 biopori yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Jumlah ini akan terus bertambah secara bertahap untuk mencegah banjir menggenangi wilayah bojonegoro terutapa di pemukiman penduduk.

“Lubang biopori ini sangat penting agar menjadi resapan air saat hujan turun, sehingga daya serap tanah terhadap air akan meningkat,” terang Tedjo Sukmono, Kepala BLH Bojonegoro.

Tak hanya meningkatkan daya resap tanah, biopori ini juga berfungsi menjaga air tanah melimpah saat kemarau tiba. Lubang biopori ini bisa dibuat disekitar pemukiman warga, ruang terbuka hijau, sekolah, perkantoran dan lain sebagainya.

Lubang resapan biopori ini merupakan lubang yang dibuat secara vertikal/tegak lurus kedalam tanah dengan diameter 10-30 centimeter dan kedalaman kurang lebih 100 cm. Lubang resapan biopori ini merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dan kekeringan.(**mcb)

Leave a Comment