Share

Bojonegoro Kekurangan Guru Pendamping Khusus

Bojonegoro yang mencanangkan Pendidikan Inklusif saat ini memiliki 88 lembaga yang telah menerapkan pendidikan inklusif. Namun, dengan jumlah lembaga yang terdiri dari 53 SD, 24 SMP, 6 SMA dan 5 SMK, Bojonegoro baru memiliki 74 Guru Pendamping Khusus (GPK).

Bojonegoro (Media Center) – Bojonegoro yang mencanangkan Pendidikan Inklusif saat ini memiliki 88 lembaga yang telah menerapkan pendidikan inklusif. Namun, dengan jumlah lembaga yang terdiri dari 53 SD, 24 SMP, 6 SMA dan 5 SMK, Bojonegoro baru memiliki 74 Guru Pendamping Khusus (GPK).

Dikatakan Sukarni, Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Inklusif Kabupaten Bojonegoro, idealnya satu sekolahan memiliki satu GPK yang bertugas memberikan pendidikan khusus bagi pelajar yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Saat ini, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Bojonegoro terdapat 74 GPK.

“Dari 88 lembaga yang sudah berjalan, baru ada 74 GPK yang terdiri dari 24 guru yang mengambil pendidikan berlatar SLB dan sisanya hasil pelatihan,” jelasnya.

Sukarni menuturkan, 24 guru yang memiliki pendidikan SLB ini saat ini menjadi guru di SLB yang ada di Bojonegoro. Menurutnya,  kekurangan ini sementara ditutupi dengan adanya beberapa guru yang merangkap menjadi pendamping di dua sekolah sekaligus.

“Kita sudah anggarkan untuk pelatihan GPK di tahun 2015 ini. Targetnya di 2015 ini kita latih 120 guru untuk jadi GPK,” tambahnya.(**mcb)

Leave a Comment