Share

Bojonegoro Kembangkan Desa Adat Jadi Objek Wisata

Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi wisata budaya yang cukup memadai. Dari berbagai budaya yang ada di Kabupaten Bojonegoro, beberapa daerah menjadi sentra atau asal budaya berasal. Dengan potensi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro akan mengembangkan 14 desa menjadi Desa Adat yang nantinya menjadi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW).

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi wisata budaya yang cukup memadai. Dari berbagai budaya yang ada di Kabupaten Bojonegoro, beberapa daerah menjadi sentra atau asal budaya berasal. Dengan potensi ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro akan mengembangkan 14 desa menjadi Desa Adat yang nantinya menjadi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW).

Seperti dikatakan Suyanto, Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Wisata, Disbudpar Bojonegoro. Lokasi 14 desa yang akan dikembangkan menyebar di Bojonegoro. Namun, desa-desa tersebut berada tak jauh dari hutan.

“Desa-desa ini masih memiliki kebudayaan lokal yang hingga saat ini masih eksis dan terjaga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, desa adat yang akan dikembangkan itu di antaranya masyarakat adat Samin di Dusun Jipang, Desa/Kecamatan Margomulyo. Masyarakat sedulur sikep atau yang lebih dikenal sebagai pengikut Samin ini adalah masyarakat agraris dan tinggal di dekat hutan.

Kemudian, goa lawa yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander. Goa ini menjadi salah satu sumber mata air yang dimanfaatkan warga setempat untuk keperluan sehari-hari. Warga juga mengadakan ritual sedekah bumi atau manganan di goa tersebut.

Selain itu, sumber api abadi kayangan api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Di sekitar lokasi kayangan api ini warga setempat biasa mengadakan acara sedekah bumi atau biasa disebut juga gerebek jonegaran.

Ada pula makam Wali Kidangan di Dukuh Kidangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Malo. Makam Wali Kidangan ini sering dikunjungi oleh peziarah dari Bojonegoro dan juga luar daerah.

Ada juga kawasan geologi yaitu tempat ditemukannya fosil gajah yakni Desa Payaman, Kecamatan Margomulyo. Di sekitar Desa Payaman di dekat hutan ini banyak ditemukan fosil gajah yang ditengarai hidup pada masa prasejarah.

Menurut Suyanto, keberadaan desa adat di Bojonegoro itu nantinya akan dikembangkan menjadi objek wisata budaya. Untuk mengembangkan desa adat itu nantinya akan diperbaiki kondisi jalan menuju ke lokasi desa adat tersebut, menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal yang sudah ada, serta menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang diperlukan. (**mcb)

Leave a Comment