Share

Bojonegoro Langganan Endemik Wereng, 0.8% Lahan Pertanian Rentan Terserang

serangan hama wereng merupakan endemik langganan untuk lahan pertanian di Bojonegoro.

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Bojonegoro, Akhmad Djupari, Menyatakan saat ini terdapat 0,8% lahan pertanian yang terancam serangan hama wereng coklat. “Dari total luas lahan padi di Bojonegoro, yakni 73ribu hektar, sebanyak 500hektar lebih rentan serangan hama wereng,” ujarnya (Senin, 20/1/2014).

Menurut mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan itu, serangan hama wereng merupakan endemik langganan untuk lahan pertanian di Bojonegoro. “Saat ini sudah segera kami tangani bersama-sama masyarakat agar tak semakin meluas,” tambahnya.

Di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, dari data yang dikeluarkan oleh Diperta Bojonegoro, merupakan wilayah endemik hama wereng coklat. “Ada 115 hektar yang mulai terindikasi,” jelasnya. Guna mengantisipasi serangan hama tersebut, pihak Disperta menyarankan penyemprotan pestisida sedini mungkin.

“Ini akan terus dilakukan hingga menjelang masa panen nanti,” jelasnya saat ikut memantau ‘grobyokan’ hama wereng coklat di Desa Bendo. Saat ini, petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Bendo, tengah melakukan penyemprotan secara swadaya.

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Diperta, menyatakan siap membantu pengendalian hama wereng coklat yang biasanya menyerang saat kondisi lahan pertanian lembab tersebut. “Kami melakukan penelitian untuk mengendalikan hama, serta bantuan dari beberapa perusahaan obat hama,” pungkasnya (liamcb)

Leave a Comment