Share

Bojonegoro Pelopor Pendidikan Inklusif

Bojonegoro (Media Center) – Hari ini (Sabtu, 14/12/2013) berlangsung Deklarasi Bojonegoro Kabupaten Pendidikan Inklusif di Alun-alun Kota Bojonegoro. “Sekolah menjadi tempat untuk mendapatkan pengetahuan dimanapun berada tanpa memandang bentuk fisik,” demikian disampaikan Bupati Bojonegro, Drs H Suyoto MSi saat membuka deklarasi tersebut.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pendidikan tidak harus diskriminasi dan mengakomodir pluralitas baik masalah sosial maupun fisik. Menyusul, menurut Suyoto, pendidikan merupakan hak semua warga.

dok. Bagian Humas dan Protokol
dok. Bagian Humas dan Protokol

Deklarasi Bojonegoro Kabupaten Pendidikan Inklusif diharapkan akan diikuti dengan penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di setiap kecamatan. “Minimal dalam satu kecamatan terdapat sekolah yang menyediakan fasilitas bagi mereka. Bahkan kedepan di setiap desa juga akan menyediakan sekolah bagi mereka,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Nasional Dr Mujito, menyebutkan bahwa Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu pelopor pendidikan inklusif di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari bagian Humas dan Protokol, jumlah penduduk di Kabupaten Bojonegoro mencapai 1.430.313 jiwa, dari jumlah ini anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk jenjang SD sebanyak 244 anak. Yang didalamnya terbagi 6 penderita tuna netra, 5 penderita tuna rungu dan tuna wicara, 82 penderita tuna grahita, masing-masing 5 anak penderita Tuna daksa dan Tuna laras. 2 anak memiliki bakat istimewa dan 134 anak cerdas istimewa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Pemkab Bojonegoro, Khusnul Khuluq, menjelaskan sasaran dari program pendidikan inklusif tersebut bukan hanya pada anak-anak yang ‘kurang’. “Termasuk untuk anak-anak yang mempunyai kelebihan, karena mereka juga butuh penanganan khusus yang berbeda dengan anak-anak lain,” terangnya. (ramcb)

Leave a Comment