Share

Bojonegoro Siap Laksanakan LKS Tingkat Jatim

Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro terus memantapkan persiapan Lomba Keterampila Siswa (LKS) tingkat Jawa Timur yang akan di pusatkan di Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro Jalan Bojonegoro – Surabaya, tepatnya di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Lomba yang akan diselenggarakan selama empat hari yakni 26-30 oktober itu akan diikuti perwakilan sekolah dari 38 kabupaten kota di Jatim.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro terus memantapkan persiapan Lomba Keterampila Siswa (LKS) tingkat Jawa Timur yang akan di pusatkan di Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro Jalan Bojonegoro – Surabaya, tepatnya di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Lomba yang akan diselenggarakan selama empat hari yakni 26-30 oktober itu akan diikuti perwakilan sekolah dari 38 kabupaten kota di Jatim.

“Ada sekitar 4.300 orang yang hadir dalam lomba itu. Mereka terdiri dari peserta, guru pendamping, dan sejumlah tamu undangan lainnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Husnul Khuluq dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin (13/10/2014).

Dia menerangkan, untuk persiapan pelaksanaan LKS ini sudah mencapai 90 persen. Beberapa persiapan seperti koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sekolah-sekolah, musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) se Kabupaten Bojonegoro, hingga koordinator LKS Jatim sudah dilakukan.

“Kita juga sudah sampaikan kepada Bapak Bupati tentang persiapan dan teknis pelaksanaan, jumlah peserta. Tinggal pelaksanaan saja ,” tegas Khuluq.

Dia menambahkan, ada 56 jenis lomba yang dibagi dalam tiga bidang yang akan dilombakan dalam ajang tersebut. Yakni bisnis akuntansi, teknologi informatika, dan pariwisata. Untuk Bojonegoro sendiri, lanjut dia, tetap akan menampilkan mesin perontok padi dan pencacah sampah yang sempat ditampilkan di ajang nasional beberapa waktu lalu.

“Untuk bisnis administrasi tak perlu diragukan lagi karena sistim menajemen akutansi sudah baik dan sering juara tingkat nasional,” ujar Khuluq optimis.

Ia berharap, dengan ajang ini dapat memotivasi para siswa dan guru untuk lebih keratif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Sehingga kompetensinya bisa meningkat dan mampu mencetak siswa terampil dan memiliki daya saing,” pungkas Khuluq. (**numcb)

Leave a Comment