Share

Bojonegoro Siapkan Akta Kelahiran via Online

Bojonegoro (Media Center) – Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang administrasi kependudukan, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Bojonegoro, saat ini tengah menyiapkan program akta kelahiran yang bisa dibuat secara online. Namun, program Akta Kelahiran online ini tak bisa diakses sembarang orang karena hanya bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit untuk melakukan input data kelahiran bayi.

M. Yaskur, Kepala Bidang Pengelolaan Data Informasi Administrasi Discapilduk Kabupaten Bojonegoro mengatakan, pelaksanaan program pencatatan akta kelahiran online ini merupakan lanjutan dari sistem jemput bola ke masyarakat. Ia mengaku, selama beberapa tahun terakhir pihaknya melakukan sistem jemput bola baik ke desa maupun sekolah dan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

“Karena ada beberapa daerah yang aksesnya susah, maka masyarakat sangat terbantu dnegan sistem jemput bola ini,” ujarnya.

Menurutnya, program akta kelahiran online ini menuai respon positif dari instansi yang akan digandeng seperti rumah sakit dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Setidaknya, di tahun 2015, ada enam rumah sakit yang akan mengimplementasikan program ini di akhir tahun. Diantaranya adalah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RS Wahyu Tutuko, RS Aisyiah, RS Muhammadiyah Sumberrejo, RS Ibnu Sina dan RS Muna Anggita.

Yaskur menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Selanjutnya, akan dilakukan pembangunan pembangunan dan instalasi jaringan di masing-masing rumah sakit tersebut serta menggelar bimtek untuk operator.

Dengan adanya akta kelahiran online ini tentu akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akta kelahiran. Caranya, masing-masing rumah sakit akan menginput semua data data yang dibutuhkan begitu ada pasien melahirkan. Namun, pihak keluarga harus menyiapkan semua persyaratan pembuatan akta kelahiran seperti buku nikah dan kartu keluarga. Tak hanya mendapatkan akta kelahiran, keluarga juga otomatis mendapatkan kartu keluarga baru karena bertambahnya jumlah anggorta keluarga.

“Harapan kita, nantinya semua bayi begitu keluar dari rumah sakit sudah memiliki akta kelahiran,” pungkasnya.(lya/dwi)

Leave a Comment