Share

Bojonegoro Siapkan Bidan dan Perawat Untuk Desa Terpencil

Untuk mewujudkan pemerataan pelayanan dan pembangunan diberbagai sektor, pemerintah tidak hanya menyediakan infrastruktur tetapi juga tenaga yang handal untuk memberikan layanan. Setelah Launching Gerakan Desa Sehat dan Cerdas, kini pengisian untuk tenaga bidan khususnya didaerah terpencil dan terisolir sudah mulai dilakukan. Senin (26/1/2015) dilaksanakan acara penjelasan penerimaan tenaga bidan dan perawat untuk daerah terisolir di Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Bojonegoro.

Bojonegoro (Media Center) – Untuk mewujudkan pemerataan pelayanan dan pembangunan diberbagai sektor, pemerintah tidak hanya menyediakan infrastruktur tetapi juga tenaga yang handal untuk memberikan layanan. Setelah Launching Gerakan Desa Sehat dan Cerdas, kini pengisian untuk tenaga bidan khususnya didaerah terpencil dan terisolir sudah mulai dilakukan. Senin (26/1/2015) dilaksanakan acara penjelasan penerimaan tenaga bidan dan perawat untuk daerah terisolir di Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Bojonegoro.

Yayan Rohman, asisten III bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dihadapan peserta menyampaikan, daerah yang akan menjadi medan juang mereka adalah daerah terisolir dan terpencil. Dari istilahnya saja sudah bisa dibayangkan medan yang ditempuh pastinya jauh dari keadaan yang selama ini dialami. Dicontohkan beberapa dusun yang terisolir ini hanya bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan jenis trail saja.

“Bahkan ada juga dusun yang dalam mobilitasnya untuk menangani pasien yang harus mendapatkan perawatan lanjutan dengan menggunakan tandu,” tambahnya.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2014 tentang desa terisolir, dari 32 dusun yang terisolir di Kabupaten Bojonegoro ditahun 2014, 17 diantaranya sudah terisi dan memiliki tenaga bidan sedangkan sisanya sejumlah 15 dusun masih kosong dan akan diisi dari rekrutmen tenaga PTT bidan dan Perawat yang akan segera dilaksanakan.

Dari 15 dusun tersebut akan ditambah satu dusun yang berada di Desa Klino Kecamatan Sekar, sehingga total tenaga bidan yang akan diambil untuk menempati daerah terisolir adalah 16 orang. Sedangkan untuk perawat yang akan ditempatkan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang akan diisi adalah 18 orang.

Yayan Rohman mengimbau seluruh peserta agar tak terpengaruh pada oknum-oknum yang bisa membantu lulus seleksi. Semua akan dilaksanakan secara transparan dan melibatkan beberapa pihak tidak hanya di jajaran Dinas Kesehatan saja.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sunhadi, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa untuk penerimaan tenaga PTT Bidan dan Perawat nantinya tidak ada test tulis maupun sebagainya namun berdasarkan berkas administrasi yang dilampirkan oleh masing-masing pelamar. Dengan teknis berkas yang masuk akan diseleksi oleh tim berdasarkan kelengkapan berkas yang dikirimkan, selain itu dengan mempertimbangkan pula beberapa faktor diantaranya usia, domisili, tahun kelulusan.

“Selanjutnya dari berkas nantinya akan dilakukan skoring sesuai dengan daerah yang dituju,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah pendaftar yang mengikuti seleksi mencapai 333 orang yang terdiri dari 112 orang pelamar dari perawat dan 221 adalah tenaga bidan. Dari jumlah ini nantinya akan mengisi formasi untuk 18 orang perawat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) sedangkan untuk bidan akan diambil kurang lebih 16 orang yang akan menempati dusun-dusun terisolir di wilayah Bojonegoro.(humas/**mcb)

Leave a Comment