Share

Bojonegoro Targetkan 100.000 Lubang Biopori

Bojonegoro (Media Center) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro terus menggenjot pembangunan biopori (sumur resapan) di 430 desa yang tersebar di 28 kecamatan. Ditargetkan dalam kurun lima tahun ke depan Bojonegoro memiliki 100.000 lubang biopori.

Untuk mewujudkan target itu, BLH telah memberikan bantuan 60 unit alat mekanik pembuat biopori dan 240 unit alat manual kepada desa-desa di Bojonegoro. Pemberian alat itu dilakukan bersamaan launching Gerakan Aksi Lingkungan (GAUL) di Dander.

“Kita targetkan minimal setiap desa bisa membuat 2000 lubang biopori,” kata Kepala BLH Bojonegoro, Tedjo Sukmono.

Menurut Tedjo, banyak manfaat dari pembuatan lubang biopori ini. Yakni selain bisa mencegah banjir, juga dapat menampung air ketika musim kemarau. “Tanah juga menjadi subur, karena dalam lubang biopori itu juga tersimpan sampah organik sebagai sumber makanan fauna tanah,” tegas Tedjo.

Pembuatan biopori ini mendapat sambutan postif dari desa. Salah satunya Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Pembuatan lubang biopori  telah dilakukan warga di kebun belimbing, tepatnya di saluran air dan gulutan di kebun belimbing.

“Di sini sudah terbangun 1000 lubang biopori yang dibuat untuk kebun belimbing,” tegas Kepala Desa Ngringinrejo, Safi’i dikonfirmasi terpisah.

Alat mekanik bantuan Pemkab Bojonegoro itu dapat membantu warga membuat lubang biopori dengan cepat. Karena dengan alat itu dalam waktu setengah jam bisa membuat 60 lubang biopori.

“Dengan adanya biopori ini, tanaman tidak akan kekurangan air meskipun musim kemarau. Karena lubang itu bisa menyimpan air,” tegas Supriyadi, salah satu petani Belimbing Ngringinrejo. (dwi/*acw)

Leave a Comment