Share

Bojonegoro Targetkan Pemasukan Rp2,9 Triliun

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Pendapatan (Dispenda) Bojonegoro menargetkan pemasukan sebedar Rp2,9 triliun. Pendapatan itu bersumber  dari Pendapatan Asili Daerah (PAD), dana perimbangan dan restribusi lain yang sah.

Kepala Dispenda Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengatakan, dari target sebesar Rp.2,9 triliun itu, sampai bulan Mei ini telah mencapai 41% yaitu atau sekitar Rp1,2 triliun.

“Kita akan terus mengoptimalkan pencapaian yang ditargetkan oleh Pemkab Bojonegoro,” tegasnya.

Herry mengatakan, kebutuhan minyak dunia sangatlah tinggi sehingga sumber cadangan minyak yang ada di Bojonegoro terus dimaksimalkan ekploitasinya oleh pemerintah. Karena hal ini akan sangat mempengaruhi Bojonegoro ke depan.

“Dengan begitu akan memunculkan industri ikutan lainnya sehingga akan mendongkrak pajak dan pendapatan lainnya yang sah,” ujarnya.

Dia memperkirakan tahun 2030 sumber minyak yang ada di Kabupaten Bojonegoro akan habis. Karena itu pihaknya berpesan agar warga Bojonegoro mempersiapkan mulai saat ini guna menghadapi habisnya sumber daya alam yang tidak akan pernah terbarukan.

“Kita akan mempersiapkan peraturan daerah tentang APBD guna menghadapi cadangan minyak yang pasti akan habis, kita harus memikirkan anak cucu kita” ujar Herry Sudjarwo.

Dia menyatakan, untuk tahun 2015 ditargerkan pencapaian PBB adalah sebesar Rp2,4 M dan sampai saat ini baru ada 55 desa yang sudah lunas.
Sehingga, butuh kesadaran kepada semua masyarakat Bojonegoro untuk memenuhi kewajiban sebagai warga negara yaitu membayar PBB tepat waktu.

“Karena dana hasil dari PBB tersebut nantinya juga digunakan untuk rakyat lagi,” pungkas Herry.(dwi/*mcb)

Leave a Comment