Share

Bojonegoro Wacanakan Perda Tata Niaga Tembakau

Bojonegoro (Media Center) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mewacanakan pembuatan peraturan daerah (Perda) tentag tata niaga tembakau. Regulasi ini bertujuan memberikan jaminan pembelian tembakau kepada petani Bojonegoro oleh pabrikan.

“Dengan adaya perda nantinya dapat mengikat mengikat pabrikan agar mau membeli tembakau petani Bojonegoro,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, I Nyoman Sudana saat rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD membahas Dana Bagi Hasil (DBH) cukai tembakau dan tata niaga tembakau, Rabu (10/6/2015).

Dalam perda tersebut nantinya akan mewajibkan kepada setiap pabrikan untuk melakukan kemitraan dan membeli 10 persen hasil panen petani.

“Nanti bisa perda inisiatif dewan atau perda yang diusulkan Pemkab,” ucap Nyoman.

Selain itu dalam regulasi itu pabrikan juga diwajibkan membina petani tembakau dalam kemitraan. Sebab, kata Nyoman, selama ini pabrikan enggan melakukan kemitraan dan membeli hasil panen petani karena rendahnya kwalitas tembakau.

“Ikatan antara petani dan pembeli harus dijaga. Karena itu kwalitas produksi juga harus ditingkatkan,” kata Nyoman.

Wacana tersebut mendapat sambutan positif dari Komisi B DPRD Bojonegoro. Karena akan dapat menarik pengusaha. Namun untuk melaksanakan perda tersebut berjalan maksimal diperlukan tim pengawasan tata niaga tembakau di bjn.

“Itu bisa melibatkan beberapa SKPD terkait. Karena perlu adanya pengawasan mulai hulu sampai hilir untuk membrikan jaminan kepada petani dan pengusaha,” sambung Ketua Komisi B, Sigit Kusharyanto.(dwi/*mcb)

Leave a Comment