Share

Bojonegoro Waspada Daging Celeng dan Tiren

Jelang hari raya Idul Fitri 1435 H, Dinas Peternakkan dan perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar operasi pasar di pasar tradisional untuk mengecek kondisi daging di pasaran. Hal ini dilakukan lantaran tahun lalu ditemukan daging babi/celeng yang dijual sebagai daging sapi di pasar Ngraho.

Bojonegoro (Media Center) – Jelang hari raya Idul Fitri 1435 H, Dinas Peternakkan dan perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar operasi pasar di pasar tradisional untuk mengecek kondisi daging di pasaran. Hal ini dilakukan lantaran tahun lalu ditemukan daging babi/celeng yang dijual sebagai daging sapi di pasar Ngraho.

Saat ini, pihak Disnakkan tersu mewaspadai peredaran daging celeng di pasar tradisional, terutama yang ada di bagian barat Bojonegoro. “Pada tahun lalu di pasar Ngraho pernah ditemukan peredaran daging celeng. Daging tersebut ditengarai dari wilayah Kabupaten Ngawi. Daging celeng itu di ketahui setelah diambil sample,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Catur Rahayu K, Kamis (17/07/2014).

Peredaran daging celeng pada tahun lalu tersebut, terdeteksi setelah ditemukan harga daging yang jauh lebih murah dari biasanya. Padahal biasanya, saat menjelang lebaran seperti saat ini daging sapi justru mengalami kenaikan harga. Catur Rahayu menambahkan, minggu lalu pihaknya juga telah melakukan pengecekan di pasar kota Bojonegoro, hasilnya belum ditemukan daging celeng maupun daging busuk yang beredar.

Ia mengimbau agar masyarakat waspada dan teliti saat membeli daging, jika menemui daging yang berbau anyir, ada bekas bintik-bintik darah dan daging berair, sebaiknya jangan dibeli. “Daging yang bagus bertekstur kenyal dan berbau khas dan berwarna merah segar,” tutupnya. (**mcb)

Leave a Comment