Share

BPBD Bojonegoro Periksa Kesiapan Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar warga terutama yang bedara di bantaran sungai Bengawan Solo waspada. Hal ini lantaran menurut prakiraan, curah hujan di Kabupaten Bojonegoro di bulan Desember berstatus di atas normal.

Bojonegoro (Media Center) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar warga terutama yang bedara di bantaran sungai Bengawan Solo waspada. Hal ini lantaran menurut prakiraan, curah hujan di Kabupaten Bojonegoro di bulan Desember berstatus di atas normal.

Hal ini disampaikan Nadif Ulfa, Sekretaris BPBD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (3/12/2014). Menurutnya, tingginya curah hujan di Bojonegoro bulan ini rata-rata mencapai 301-400 milimeter. Ia mengindikasikan, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut, besar kemungkinan bisa terjadi luapan air sungai Bengawan Solo. “Apalagi jika daerah-daerah di hulu sungai Bengawan Solo juga terjadi hujan lebat,” jelasnya.

Siklus meluapnya air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro telah menjadi rutinitas tiap tahunnya. Namun, pihak BPBD Bojonegoro terus memberi imbauan agar tak ada korban jiwa serta meminimalisir dampak akibat luapan debit air sungai yang terpanjang di Pulau Jawa ini.

Selain ada peringatan dini soal meningkatnya debit air sungai Bengawan Solo, BPBD Bojonegoro telah melakukan berbagai langkah antisipasi seperti memantau daerah-daerah rawan banjir dengan mengecek tanggul serta memeriksa jumlah papan penutup doorlat yang berada di sepanjang sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Bojonegoro. “Di Kecamatan Kanor saat ini ada tanggul yang mulai rengkah, tapi sudah dilakukan langkah antisipasi,” imbuhnya.

Leave a Comment