Share

BPBD Bojonegoro Sigap Hadapi Musim Pancaroba

 

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro lakukan pemantauan dan persiapan menghadapi musim pancaroba September ini. Salah satunya mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

 

Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan akan jatuh pada awal Oktober. Menyebabkan terjadinya peralihan musim kemarau ke musim hujan atau biasa disebut musim pancaroba. Sehingga masyarakat diminta waspada dalam menghadapi peralihan musim tersebut. Karena kemungkinan terjadinya kekeringan yang meluas atau curah hujan di atas normal.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto menjelaskan, di musim pancaroba ini, mengalami puncak-puncaknya kekeringan atau kemarau. Oleh karena itu pihaknya menyiapkan 900 tangki, untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah Bojonegoro.

 

“Laporan kekurangan air bersih yang sudah masuk ke kami hingga 9 September 2021 sementara ada 12 desa dari empat Kecamatan yaitu, dua desa di Kecamatan Purwosari, delapan desa di Kecamatan Tambakrejo, satu desa masing-masing di Kecamatan Sumberrejo dan Ngasem,” pungkas Ardhian.

 

BPBD Bojonegoro melakukan pendistribusi air bersih sesuai laporan dan permintaan warga. Untuk saat ini, sudah melakukan beberapa dropping air bersih untuk masyarakat yang mengalami kekeringan.

 

“Mulai awal September kurang lebih sekitar 16 tangki air bersih yang sudah tersalurkan di empat kecamatan tersebut,” ujarnya.

 

BPBD juga memantau curah hujan yang akan terjadi. Apabila curah hujan di atas normal, maka dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana. Khususnya 14 Kecamatan di Bojonegoro yang diprediksi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berpotensi mengalami gerakan tanah menengah hingga tinggi pada September. Selain itu, mulai pertengahan sampai akhir September, juga bepotensi terjadi angin kencang atau hujan lebat. [map/nn/cs]

Leave a Comment