Share

Bupati Akui Proses UKL-UPL Lama

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Suyoto, menegaskan, belum beresnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada lantai delapan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena proses UKL-UPL membutuhkan proses yang lama.

“Memang ini menjadi proses pembelajaran juga, dikira jika bangunan milik pemkab akan diabaikan izinnya, tidak. Kami sengaja merilis ini agar semua tahu, jika bangunan pemkab yang belum beres pun harus dipublikasikan, agar kelanjutannya menjadi jelas,” ujar Bupati Suyoto.

Menurut dia, kegiatan pembangunan yang tidak menyusun Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) tetap harus melaksanakan upaya pemantauan lingkungan. Kewajiban UPL-UKL itu diberlakukan bagi pembangunan yang dikelola tekhnologi yang tersedia. Proses dan prosedur UKL-UPL itu tidak dilakukan seperti AMDAL, tetapi dengan mengisi surat formulir seperti identitas pengelola dan rencana kegiatan.

“Ini tanggung jawab kontraktor sendiri bukan BLH. Terkait IMB saat ini masih proses, dalam waktu dekat akan segera clear,” tambahnya.

Dia menyatakan, jika semua orang maupun instansi di Bojonegoro yang akan mendirikan bangunan maka harus mengurus izin sesuai prosedur baik IMB dan lain sebagainya.

Gedung Pemkab yang IMB, UPL dan UPK-nya belum beres itu berada di lantai delapan atau paling atas. Gedung delapan lantai itu saat ini pembangunannya hampir selesai. Rencananya, beberapa dinas akan ditempatkan di gedung itu, sehingga proses pelayanan terhadap masyarakat lebih mudah.

“Benar, itu akan kita jadikan gedung bersama,” pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment