Share

Bupati Bojonegoro Harapkan JTB Manfaatkan Tenaga Lokal

Bojonegoro, 26/9 (Media Center) – Bupati Bojonegoro Suyoto mengharapkan proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung (TBR) di daerahnya tidak mengambil tenaga kerja dari luar, namun memanfaatkan tenaga kerja lokal termasuk dari Blora Jawa Tengah.

“Saya mengharapkan proyek JTB mengambil tenaga kerja tidak jauh-jauh,” kata dia ketika acara peletakan batu pertama proyek pengembangan lapangan JTB di Bojonegoro, Senin (25/9).

Selain itu, ia juga mengharapkan keberadaan proyek pengembangan lapangan gas JTB bisa menumbuhkan industri di daerahnya.

“Komitmen kami juga pihak desa lokasi proyek mendukung sepenuhnya pengembangan lapangan gas JTB,” katanya menegaskan.

Dengan adanya rekrutmen tenaga kerja lokal, menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, M. Fatah Yasin, keberadaan proyek JTB bisa mengurangi pengangguran di Jatim.

Sebab, kebutuhan tenaga kerja di proyek JTB sekitar 6.000 tenaga kerja, sehingga bisa mengurangi jumlah pengganguran di daerhanya yang mencapai 800.000 tenaga kerja.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi di Jatim akan meningkat dengan adanya proyek pengembangan lapangan gas JTB yang investasinya mencapai Rp30 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi di Jatim akan “melambung” tinggi dalam kurung waktu berkisar 3-4 tahun ke depan,” kata dia menegaskan.

Penggerak ekonomi di Jatim, lanjut dia, masih didukung sektor migas, selain perdagangan dan pertanian. Ia memberikan gambaran dari 30 blok migas di Jatim, di antaranya, sebanyak 17 blok migas sudah tahap “ekpsloitasi” (produksi).

Apalagi, lanjut dia, di Jatim dari jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa, masih ada warga miskin cukup banyak sekitar 4,7 juta jiwa.

Sesuai rencana tata ruang Jatim, lanjut dia, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan dalam 10 tahun ke depan akan menjadi segitiga emas pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu untuk mendukung dibutuhkan penunjang pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol.

Di Bojonegoro Menteri ESDM Ignasius Jonan meletakkan batu pertama proyek pengembangan lapangan gas JTB dengan investasi sebesar 1,547 miliar dolar Amerika Serikat.

Pengembangan lapangan gas JTB bisa dilaksanakan setelah ada pengurangan “plant of development” (POD) dari 2,1 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 1,547 miliar dolar Amerika Serikat.

Selain itu juga ada kesepakatan antara PT Pertamina EP dengan PLN sebagai pembeli gas JTB dengan harga 7,6 dolar Amerika Serikat/juta standar kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per daya/MMSCFD). (*/mcb)

Leave a Comment