Share

Bupati Bojonegoro Singgung sebagian Masyarakat Mengaku Miskin

Bojonegoro, Media Center – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, masalah kemiskinan yang dihadapi saat ini adalah, belum maksimalnya jangkauan program perlindungan sosial dalam menjamin kebutuhan penduduk miskin. Utamanya terkait pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar dan kebutuhan pokok bahan pangan.

Bupati Anna memberi contoh soal perilaku sebagian masyarakat saat pemerintah menyalurkan bantuan sosial untuk warga miskin. Kelompok ini, lanjut Bupati, berbondong-bondong mengaku miskin. Bahkan jumlahnya melebihi penduduk yang benar-benar miskin.

“Maka dari itu saya mengajak saudara semua, kita harus selalu energik untuk terus berpikir bagaimana dapat mengejar gap 2,01 persen dari target kinerja minimal sama dengan angka Jawa Timur saat ini,” ucap Bupati Bojonegoro pada Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kemiskinan di Ruang Angling Dharma. Lantai II, Bojonegoro, Rabu (22/1/2020).

Pada sambutan lain, Bupati Anna Muawanah menyampaikan perkembangan angka kemiskinan di Bojonegoro dalam waktu lima tahun terakhir terus menurun. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 sebesar 12,38 persen dan mengalami penurunan 0,78 persen dari tahun sebelumnya (2018) sebesar 13, 16 persen. “Tapi kenapa dibandingkan dengan angka tingkat provinsi yaitu 10,37 persen dan nasional 9, 41 persen, angka kemiskinan di Bojonegoro masih lebih tinggi,” ujarnya dengan nada tanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Dwi Harningsih mengatakan, ada beberapa program perlindungan sosial dalam upaya menjamin pemenuhan kebutuhan penduduk miskin. Yaitu program Usaha Ekonomi Kreatif (UEP) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) “Dikatakan tidak langsung, karena penyalurannya lewat rekening,” ucapnya.

Dwi Harningsih kemudian menyebut beberapa macam BPNT. Antara lain, antuan sosial kronis yang direalisasikan untuk orang sakit kategori penyakit kronis. Kemudian bantuan sosial paca yang diberikan kepada penderita cacat berat dan bantuan sosial anak yatim.

Pada acara itu, hadir sejumlah tamu penting. Selain Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, juga nara sumber kompeten. Yaitu dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr Bagong Suyanto dan Drs. M,Sidari. Kemudian Tenaga Ahli dari Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sektretariat Wakil Presiden Republik Indonesia Edi Safrijal.

Rapat juga dihadiri Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Komisi C, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Bojonegoro, dan perwakilan dari Akademisi, Organisasi Masyarakat (ORMAS) serta pelaku usaha.(fif/jat)

Leave a Comment