Share

Bupati Minta Keluarga Manfaatkan Uang Santunan Sebaik Mungkin

Bojonegoro (Media Center) – Hari ini PT Jasa Raharja dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan santunan secara simbolis kepada 18 ahli waris korban meninggal dunia masing-masing sebesar Rp 25 Juta dan korban luka serta perawatan sebesar maksimal Rp 10 Juta dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Jatingaleh KM 9.300 lingkar tol Jangli Semarang Jumat lalu.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, santunan yang diberikan merupakan sebuah kewajiban negara bagi rakyatnya.

“Musibah itu tidak ada yang meminta, tapi kalau sudah terjadi jangan disesali yang terjadi harus ikhlas karena itu ketentuan takdir Illahi,” ujarnya saat memberi sambutan.

Suyoto mengapresiasi kinerja dari Muspika Dander yang langsung tanggap dengan mendirikan posko sehingga mempermudah keluarga untuk mendapatkan informasi terkait musibah tersebut. Selain itu pemkab juga melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Tengah.

Dia melanjutkan, santunan yang diberikan kepada para ahli waris tersebut ditransfer melalui rekening BRI. Sehingga, apabila keluarga membutuhkan bisa mencairkannya untuk kebutuhan yang memiliki manfaat besar dan berjangka panjang.

“Terserah, mau digunakan untuk apa. Apakah dibelikan sapi, sawah, atau untuk disedekahkan bagi yang sebatang kara juga tidak apa-apa,” lanjutnya.

Dia menyatakan, bagi korban yang mengalami luka-luka dan masih membutuhkan pengobatan, tidak perlu mengkhawatirkan akan kekurangan biaya apabila dari Jasa Raharja dinilai kurang. Karena Pemkab menyediakan anggaran KLB atau Kejadian Luar Biasa yang diberikan kepada para korban hingga sembuh.

“Tidak ada nilai maksimal, jadi berapapun biayanya kalau dari Jasa Raharja masih kurang akan ditanggung pemkab,” ujar Kang Yoto meyakinkan.

Sementara itu, Pemilik PO Sang Engon, Dasuki mengatakan akan memberikan santunan kepada korban meninggal dunia masing-masing sebesar Rp 3.000.000 yang diharapkan bisa diterima masing-masing keluarga.

“Saya tidak tahu bisa sampai seperti ini,” ujarnya singkat.

Bahkan, dia menyampaikan permintaan maafnya kepada Bupati Suyoto atas kelalaian sopir bus yang menjadi tanggung jawabnya. Musibah ini juga menjadi pukulan berat karena bus tersebut baru dibeli, bahkan angsurannya baru dibayarkan beberapa bulan.

“Tidak ada ganti apa-apa karena saya tidak mengasuransikan bus itu,” pungkasnya. (rin/*acw)

Leave a Comment