Share

Bupati Suyoto Siapkan Skenario Jelang Unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru

Bojonegoro (Media Center) – Adanya pengembangan unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru di Kabupaten Bojonegoro, Bupati Suyoto mengaku, beberapa waktu yang lalu telah melakukan rapat koordinasi dengan PEPC selaku operator di lapangan gas Jambaran-Tiung Biru. Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui rencana kebutuhan tata ruang proyek dengan memberikan semua dokumen proyek,dan rencana-rencana kegiatan mereka.

Dia menjelaskan, adanya migas di Bojonegoro harus ada beberapa langkah yang dipersiapkan untuk menuju sukses,diantaranya, bisnisnya bagus, tekhniknya handal, tata kelolanya mendukung dan sosial men-support.

Kang Yoto menambahkan, wilayah Pemkab adalah terkait tata kelola dimana ada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ijin lokasi, rekomendasi AMDAL, dan sosial ekonomi masyarakatnya.

“Nah,sosialnya juga harus mendukung, kalau tidak mendukung ya tidak jalan nanti,imbuhnya.

Oleh sebab itu, jika dirinya pernah mengkritik pemerintah pusat, pendekatan yang dilakukan jangan Lue-Gue. Seharusnya semua pihak duduk bersama dan mencari permasalahan yang ada dan diselesaikan secara bersama-sama. Mana yang menjadi bagian Pemkab, mana yang menjadi bagian Pemprov, mana yang menjadi bagian Pusat, dan mana bagian Kementrian Hidup,

Semua pihak harus mempelajari apa itu unitisasi Jambaran-Tiung Biru, bagaimana tekniknya, dampak yang ditimbulkan, dan lain sebagainya,tukasnya.

Oleh sebab itu, sebelum Unitisasi Jambaran-Tiung Biru beroperasi, pihaknya meminta Plan of Development (PoD) dari pusat,  agar pemkab tahu seperti apa pengembangan lapangan gasnya.

Karena jika tidak tahu rencana pengembangan,bagaimana bisa membuat rekomendasi RTRW. Sedangkan untuk menyusun RTRW diperlukan syarat secara akademis, diperlukan pembahasan secara politik lalu minta rekomendasi dari provinsi sampai pusat,” lanjutnya.

Mantan dosen Universitas Muhammadiyah Malang itu mengungkapkan, sebelum dilakukan pembebasan lahan, agar masyarakat sekitar tidak menjual tanahnya terlebih dahulu untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti adanya makelar tanah.

Dengan adanya pengembangan unitisasi Jambaran-Tiung Biru ini semua pihak bisa merasakan kesuksesan. Sehingga, perlu sinergitas dengan melakukan komunikasi yang berbeda. Dengan cara komunikasi yang berbeda inilah, semua permasalahan akan diselesaikan bersama-sama,pungkas ayah tiga putera ini. (re/*acw)

Leave a Comment