Share

Cegah Penyebaran Bakteri, Pemkab Sidak Toko Buah

Di Malaysia dan Singapura saat ini tengah terjadi kasus penyebaran bakteri Listeria monocytogenes yang terkandung dalam apel jenis Granny smith dan Gala red asal Amerika Serikat (AS). Tak hanya di dua negara tersebut, namun kedua jenis apel ini dipastikan juga beredar di Indonesia.

Bojonegoro (Media Center) – Di Malaysia dan Singapura saat ini tengah terjadi kasus penyebaran bakteri Listeria monocytogenes yang terkandung dalam apel jenis Granny smith dan Gala red asal Amerika Serikat (AS). Tak hanya di dua negara tersebut, namun kedua jenis apel ini dipastikan juga beredar di Indonesia.

Menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan
(Dinkes) dan Kantor Ketahanan Pangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko buah di wilayah Kecamatan Bojonegoro. Sidak yang dilakukan pada Kamis (29/1/2015) ini berlokasi di lima titik yakni Toko Laris Manis di jl. Panglima Sudirman, Toko Mitra Buah di jl. RA Kartini, swalayan Giant, toko-toko buah di jl. Diponegoro serta di Pasar Buah Banjarejo.

Menurut Basuki, Kepala Disperindag Bojonegoro, sidak ini dilakukan untuk melindungi penjual maupun pembeli. Selain untuk mencegah penyebaran bakteri dari buah yang dikonsumsi warga, pihaknya menginstruksikan untuk penjual agar tak menjual kedua jenis apel impor yang disinyalir mengandung bakteri Listerosis.

” Dari beberapa toko yang sudah dikunjungi, kita baru menemukan satu dari dua jenis apel yang diduga mengandung bakteri. Langsung kita amankan apel Granny smith,” jelasnya.

Tak hanya mengamankan jenis apel yang dianggap mengandung bakteri, tim sidak ini juga mengambil beberapa sampel apel impor walaupun tak masuk
dalam jenis apel yang menjadi target inspeksi ini. Beberapa jenis apel yang diambil sample adalah Royal Gala dari Perancis dan Apel Fuji dari
jepang.

Sementara Ahmad Hernowo, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bojonegoro menyebutkan, bakteri Listerosis ini sangat berbahaya jika dikonsumsi. Seperti kasus di beberapa negara, bakteri ini menyerang syaraf manusia sehingga menyebabkan
pegal-pegal dan demam. Tak hanya itu, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa mengakibatkan kematian.

” Apel-apel yang kita ambil sampling akan kami uji di lab, hasilnya akan keluar setelah 8 jam,” ungkapnya.(**mcb)

Leave a Comment