Share

Ceritakan Dana Abadi Lewat Ketoprak

Bojonegoro (Media Center) – Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengunjungi Bojonegoro Jumat kemarin (27/3/2015). Dalam lawatannya kali ini, Faisal Basri berencana mempelajari tulisan Bupati Bojonegoro, Suyoto tentang pengelolaan dana abadi hasil migas di Bojonegoro. Hal ini disampaikan Suyoto sesaat sebelum tampil membawakan lakon ketoprak di hadapan tamu dan penonton yang hadir memenuhi Pendopo Malowopati Bojonegoro.

“Untuk menceritakan pengelolaan Dana Abadi ini kita kemas dalam bentuk Ketoprak singkat. Tujuannya agar lebih mengena, dibandingkan dengan mengelar seminar atau yang lainnya,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Dalam lakon yang berjudul ‘Uwaling Bebendu Mujudake Karaharjan Jati’ (perubahan jaman ke arah kesejahteraan sejati) ini dimainkan oleh pejabat Kabupaten Bojonegoro. Mulai dari Suyoto yang memerankan Aji Suyoto Rekso yang menjabat sebagai raja Rajekwesi dan Sigit Kushariyanto, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro yang memerankan Joko Mentolo yang digambarkan sebagai pemuda rakus yang ingin menguasai minyak dan gas.

Dalam cerita ini, Rajekwesi dibakar Belanda kemudian berdirilah Bojonegoro, dengan rajanya Aji Suyoto Rekso Negoro. Namun, Bojonegoro yang sudah berdiri harus menghadapi masalah yaitu dengan potensi migasnya, yang diperankan dua wanita cantik yang bernama Roro Minyak dan Roro Gas. Keduanya dikejar-kejar dua pemuda yang bernama Joko Mentolo dan Joko Tego, yang ingin memanfaatkan Roro Minyak dan Roro Gas seenaknya.

“Pentas ketoprak ini tanpa latihan, tapi ada yang membuat skenario. Mereka yang terlibat tampil hanya bertemu sekali kemudian sepakat,” terang Suyoto.

Dalam lakon ketoprak itu, digambarkan soal pemanfaatan perolehan hasil migas harus untuk kepentingan masyarakat Bojonegoro, salah satunya, dengan menyisihkan untuk dana abadi. Pada kesempatan itu pula, Ekonom Faisal Basri, yang hadir menyaksikan pentas ketoprak, mendukung langkah pemkab menyisihkan perolehan dana migas untuk dana abadi.

“Saya minta potensi migas yang ada dijaga baik-baik dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat,” tandasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment