Share

Curah Hujan Tinggi, BPBD Minta Warga Tetap Waspada

Debit air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini tak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo yang terpantau di beberapa titik masih menunjukkan status normal atau di bawah siaga.

Bojonegoro (Media Center) – Debit air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini tak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo yang terpantau di beberapa titik masih menunjukkan status normal atau di bawah siaga.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro tetap mengimbau agar masyarakat waspada dengan perubahan TMA sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Hal ini lantaran prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa curah di musim penghujan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Dari prakiraan BPKG, di musim penghujan tahun ini, curah hujan mencapai 301-400 mm. Jumlah ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding curah hujan di musim penghujan sebelumnya yang hanya 151-200 mm. Tak hanya di Bojonegoro, peningkatan curah hujan di kota-kota lain yang menyumbangkan air di Bengawan Solo juga lebih tinggi dibanding penghujan lalu.

Tingginya curah hujan ini membuat pihak BPBD Bojonegoro mengimbau agar masyarakat di bantaran sungai Bengawan Solo tetap waspada. Meski tak ada hujan deras, namun banjir tetap berpotensi terjadi akibat air kiriman dari hulu Bengawan Solo dan sumbangan air dari sungai-sungai yang bermuara di Bengawan Solo.(**mcb)

Leave a Comment