Share

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Diprediksi Tidak Sesuai Target

(Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mentargetkan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) pada tahun 2015 ini sebesar Rp 34,2 miliar. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 32,1 miliar.

Namun target ini diprediksi akan meleset terkait adanya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 tentang Pelarangan Iklan Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, DBHCT dan pajak rokok diprediksi akan mengalami penurunan.

“Pajak rokok sebesar Rp 35 miliar itu juga diprediksi menurun adanya dampak iklan itu,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Bojonegoro, Herry Sudjarwo, Selasa (03/03/2015).

DBHCT itu nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai program kegiatan di sejumlah satuan perangkat kerja daerah (SKPD), di antaranya, Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan juga dinas lainnya.

“Sesuai peruntukannya, pemanfaatan DBHCT harus dilokasi yang menjadi daerah penghasil tembakau,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Adie Witjaksono.

Sementara berdasarkan prediksi Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro, di tahun 2015, lahan tembakau seluas 8.469 hektar (Ha). Dengan rincian, 5.972 Ha lahan tembakau virginia dan 2.497 Ha lahan tembakau jawa.

Berdasarkan data dari Dishutbun, jumlah penyerapan tembakau Bojonegoro oleh pabrikan di 2015 ini sebanyak 4.062 ton tembakau jenis virginia dan 205 ton jenis jawa. Dengan jumlah ini, kebutuhan tembakau bisa dipenuhi dengan luasan lahan 5.000 hingga 6.000 Ha saja. (rin/*acw)

Leave a Comment