Share

Dari Luar Pulau, 10 Warga Bojonegoro Terserang Malaria

Penyakit malaria merupakan penyakit endemik yang sering menyerang di luar Pulau Jawa. Bahkan, di tahun 1975, Pulau Jawa dinyatakan terbebas dari penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk jenis Anopheles.

Bojonegoro (Media Center) – Penyakit malaria merupakan penyakit endemik yang sering menyerang di luar Pulau Jawa. Bahkan, di tahun 1975, Pulau Jawa dinyatakan terbebas dari penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk jenis Anopheles.

Meski dinyatakan bebas malaria, namun di 2015 telah dilaporkan 10 kasus malaria yang menimpa warga Bojonegoro. Seluruh pasien dipastikan terkena penyakit ini dari beberapa daerah endemis seperti Kalimantan dan Sulawesi.

“Memang semua pasien baru pulang dari luar pulau, segera kita beri pengobatan agar tak semakin parah dan menyebabkan kematian,” jelas Ahmad Hernowo, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro.

Hernowo mengaku, meski dinyatakan bebas malaria, di masing-masing puskesmas dan apotik telah disediakan obat untuk malaria. Pihaknya bahkan mensosialisasikan konsumsi profilaxis rutin bagi warga yang baru pulang dari daerah-daerah endemik malaria.

“Selama di perantauan harus rutin minum sampai 2 minggu setelah keluar dari pulau endemis. Kalau rutin mengkonsumsi obat tersebut akan terhindar dari malaria,” lanjutnya.

Hal ini lantaran warga pendatang dari daerah tanpa malaria cenderung memiliki tingkat kekebalan yang lebih rendah terhadap penyakit ini dibanding warga setempat. Hernowo menambahkan, hingga saat ini di bidang kesehatan masih mengadakan penelitian soal migrasi nyamuk Anopheles. Penyakit ini perlu diwaspadai lantaran merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia dengan tingkat kematian mencapai 2 juta jiwa setiap tahunnya. (**mcb)

Leave a Comment