Share

Darurat Bencana, PMI Bojonegoro Siap Gerakkan 5000 Relawan

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro yang menjadi langganan banjir baik banjir, akibat luapan sungai Bengawan Solo maupun banjir bandang, membuat semua elemen masyarakat harus siap siaga saat musim penghujan tiba.

Tak terkecuali anggota Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bojonegoro yang telah melakukan langkah antisipatif menghadapi bencana tahunan ini.

“Saat ini ada 30 relawan yang telah siap kapan saja dibutuhkan,” tegas Suko H. Widodo, Ketua Markas PMI Bojonegoro.

Tak hanya itu, logistik berupa bahan pangan kemasan juga telah tersedia dan tinggal menunggu instruksi dari dinas terkait untuk koordinasi pendistribusian dan pembukaan dapur umum. Sementara untuk kondisi darurat, PMI Bojonegoro menyatakan sanggup menggerakkan sekitar 5.000 anggota relawan dan Palang Merah Remaja (PMR) jika dibutuhkan.

“Total ada lebih dari 5.000 personel baik dari relawan maupun PMR yang bisa kita gerakkan saat kondisi darurat,” tandas pria yang juga sekretaris PMI Bojonegoro itu.

Beberapa tahun terakhir, PMI Bojonegoro telah menyelesaikan program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di tiga desa di Kecamatan Balen.

“Program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat ini, memberikan pelatihan, pendampingan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir,” katanya.

Hasilnya, warga di lokasi paling terdampak luapan sungai Bengawan Solo di Kecamatan Balen itu telah mampu melakukan kesiapsiagaan bencana mulai mitigasi, evakuasi hingga membuka dapur umum secara swadaya. (lya/*acw)

Leave a Comment