Share

Debit Air Bengawan Solo Normal, Warga Kembali Gunakan Perahu

Kembalinya debit air Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabuapaten Bojonegoro Jawa Timur ke kondisi normal, membuat aktifitas penyeberangan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kembali menggunakan moda perahu.

Bojonegoro (Media Center) – Kembalinya debit air Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabuapaten Bojonegoro Jawa Timur ke kondisi normal, membuat aktifitas penyeberangan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kembali menggunakan moda perahu.

Sebelumnya, warga sempat membuat jembatan-jembatan bambu, lantaran kedalaman air yang tak memungkinkan untuk mengoperasikan perahu. Namun, naiknya debit air sungai secara mendadak, membuat jembatan-jembatan bambu tersebut ikut hanyut terbawa arus.

Salah satu penambang perahu, Siswanto, mengatakan ia dan penambang yang lain tak sempat mencopoti semua bagian jembatan bambu yang telah terpasang, akibatnya sebagian badan jembatan terbawa arus Bengawan Solo yang cukup deras. “Hanya sebagian yang sempat dicopoti, yang lainnya hanyut,” ujar pria yang sudah menjadi penambang perahu selama delapan tahun ini.

Kini, Siswanto kembali menggunakan perahu untuk melayani warga yang hendak menyeberangi Sungai Bengawan Solo, ia mengaku tetap akan kembali membangun jembatan bambu bila kondisinya memungkinkan. “Nanti dibangun lagi kalau sudah surut, kalau tidak dibangun warga tak bisa menyeberang,” lanjutnya.

Meski demikian Siswanto mengaku heran dengan kondisi air Sungai Bengawan Solo yang beberapa tahun terakhir ini biasanya mengalami pendangkalan saat memasuki musim kemarau. Lantaran sejak adanya Bendung Gerak, biasanya air di bagian timur bangunan itu akan tetap dangkal saat pintu air di Bendung Gerak ditutup guna memenuhi kebutuhan air di bagian barat. (*/lyamcb)

Leave a Comment