Share

Desa Duwel Bojonegoro, Kaya Bawang Merah

Bojonegoro (Media Center) – Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, berpenduduk sekitar 680 kepala keluarga (KK) (1.600 jiwa) masuk desa yang kaya dengan potensi bawang merah.

“Warga di desa kami sekitar 90 persennya petani bawang merah dengan luas lahan sekitar 200 hektare,” kata Kepala Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Moch. Nurhasyim, dalam perbicangan dengan Media Center Bojonegoro, Minggu.

Mengenai keberadaan tanaman bawang merah itu, sebagaimana dijelaskan Nurhasyim, sudah ada cukup lama kerena hasilnya mampu menopang perekonomian warganya.

Oleh karena itu, jelasnya, para petani di desa tetangganya di Kecamatan Kedungadem juga ikut menanam bawang merah.

Ia memperkirakan tanaman bawang merah di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, seperti Desa Cepolo, Brojong, Babad dan Porong, mencapai ribuan hektare.

Data di Dinas Pertanian Bojonegoro, luas tanaman bawang merah di sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, Kepohbaru dan Temayang, berkisar 1.350-1.500 hektare.

Bahkan, Dinas Pertanian memperkirakan tanah di daerah nya yang bisa dikembangkan untuk tanaman bawang merah berkisar 10.000-12.000 hektare terutama di wilayah selatan.

Ia menjelaskan tanaman bawang merah sangat cocok ditanam saat musim hujan, dengan tanah jenis latosol coklat, asosiasi latosol-andosol, serta pada jenis tanah andisol.

“Karakteristik tanah yang cocok di Bojonegoro untuk tanaman bawang merah musim hujan berada di wilayah selatan, karena memiliki kemiringan tertentu, sehingga air bisa terbuang dengan mudah kalau turun hujan,” paparnya.

“Sangat jarang sekali para petani bawang merah di desa kami yang merugi yang disebabkan gagal dalam menanam bawang merah,” tambah Nurhasyim, menegaskan.

Nurhasyim memberikan gambaran, jika menanam bawang merah dengan bibit 1 kuintal dengan biaya produksi sekitar Rp3,5 juta mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp10 juta.

Perolehan penghasilan itu, katanya, hanya dalam kurung waktu usia bawang merah sekitar 40 hari, sehingga keberadaan tanaman bawang merah menjadi primadona di desanya.

Oleh karena itu, menurut dia, di desa yang memiliki luas 233 hektare tersebut para petani bisa menanam dua kali bawang merah dalam setahun, selain menanam cabai.

Melihat potensi yang ada itu, Bupati Bojonegoro Suyoto, mentargetkan potensi bawang merah di daerahnya bisa menjadi salah satu potensi lumbung pangan nasional.

Berkaitan dengan hal itu, program “Cyber Extension” (Cybex) yang akan mendukung pengembangan  potensi pangan  akan dipusatkan di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem. Peresmian “Cybex” akan dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa, dengan dihadiri Rektor IPT dan Direktur PT Telkom, Senin (6/1/2013). (samcb)

Leave a Comment