Share

Desa Sumberwangi Gelar Nyadran di Empat Lokasi

Bojonegoro (Media Center) – Di Kabupaten Bojonegoro, masyarakat masih memegang teguh kearifan lokal daerahnya. Misalnya seperti sedekah bumi atau yang biasa disebut Nyadran atau Manganan yang rutin digelar tiap tahun di masing-masing desa. Seperti yang digelar di Desa Sumberwangi, Kecamatan kanor. Tak tanggung-tanggung, desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani ini menggelar manganan di empat titik sekaligus.

Imam Prayogi, Kepala Desa Sumberwangi menyebutkan, tradisi nyadran di desanya selalu digelar pada Rabu Kliwon tiap usai panen.

“Nyadran mulai pukul tujuh pagi, giliran hingga pukul sembilan. Rata-rata warga ikut di dua hingga tiga lokasi,” jelasnya, Rabu (6/5).

Adanya empat titik sebagai lokasi nyadran, menurut salah satu sesepuh desa, Mandar, lantaran banyaknya sumber mata air yang ada di Desa Sumberwangi. Ia menuturkan, nyadran pertama digelar di makan leluhur yang disebut Mbah Ndempok. Selanjutnya, warga berduyun-duyun ke sumber air yang disebut Sumur Turasa, Sumur Pohtani dan terakhir ke sumur Genengan.

“Sumber air ini tak pernah kering dari jaman leluhur dulu. Sampai sekarang, anak cucu ya harus nyadran di sumur,” lanjut Mandar dengan bahasa kromo pada kanalbojonegoro.com.

Dalam kegiatan ini, Tim Ekspedisi Bojonegoro juga tampak hadir untuk menelaah asal usul dan mendokumentasikan prosesi nyadran. Tim juga mengunjungi makam Mbah Ndempok yang disebut-sebut sebagai leluhur warga Desa Sumberwangi.(Lya/*mcb)

Leave a Comment