Share

Di Bojonegoro, Panen Melimpah di Langganan Banjir

Setelah dikembangkan padi tahan banjir, di wilayah tersebut justru memperoleh hasil panen yang cukup melimpah

Bojonegoro (Media Center) – Setiap musim penghujan, areal pertanian di Desa Bungur Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur selalu menjadi langganan banjir, itu berdampak ancaman gagal tanam pada tanaman padi mereka. Namun kini, setelah dikembangkan padi tahan banjir, di wilayah tersebut justru memperoleh hasil panen yang cukup melimpah, meskipun saat ini anak-anak sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sering meluap.

Di Desa Bungur sendiri , pada musim panen kali ini, dari 191 hektar (ha) areal yang telah dipanen memperoleh hasil rata-rata sebanyak 7,8 ton/ha. Dari hasil rata-rata tersebut, justru di wilayah langganan banjir yang menggunakan jenis padi Inpari 30, yakni padi tahan banjir, merupakan areal pertanian yang memperoleh hasil panen lebih bagus dibanding lainnya, yakni 9,2 ton/ha.

Menurut Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kanor, Jumadi, salah satu yang masih menjadi kendala adalah mengenai minimnya pasokan air saat musim kemarau. “Kalau musim hujan banjir, kalau kemarau pasokan air dari Waduk Pacal sangat kurang,” terangnya. Sementara ini, Jumadi mengaku telah mengupayakan langkah-langkah guna mengantisipasi hal tersebut.

“Melalui kelompok berbentuk badan usaha Dupra, kami berharap mendapat bantuan dana untuk pompanisasi air dari Bengawan Solo,” terangnya. Badan usaha tersebut merupakan gabungan dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Kanor, yakni Bakung, Bungur, Simorejo, Sumberwangi, dan Sedeng, saat ini mereka secara bersama-sama berupaya agar memperoleh pinjaman dana dari berbagai sumber, baik itu PNPM, Bumdes maupun dari perbankan. Dana itu nantinya akan digunakan untuk pompanisasi agar saat musim kemarau lahan pertanian di kawasan tersebut tetap mendapat pasokan air yang cukup.

“Sehingga nantinya kawasan ini bisa panen padi dua kali dalam setahun,” tambah Jumadi. Sebelumnya, Bupati Bojonegoro sendiri telah merumuskan 11 kebijakan di bidang pertanian, yang lebih dikenal dengan sebutan 11 instruksi. Instruksi-instruksi tersebut diantaranya adalah mengenai pengelolaan lahan, pengendalian hama, perbaikan benih, peningkatan kemampuan petani, kerja sama dengan berbagai ahli, penggunaan teknologi tepat guna, penguasaan informasi dan tekhnologi, kelembagaan sampai bagaimana pengelolaan pasca panen. (*/tinmcb)

Leave a Comment