Share

Diborong Tengkulak, Stok Beras Bojonegoro Tetap Aman

Bojonegoro (Media Center) – Banyaknya pembelian gabah di Kabupaten Bojonegoro oleh tengkulak dari luar daerah tak lantas membuat stok beras dan gabah tak mencukupi kebutuhan di Bojonegoro. Meski harga beras di pasaran turut mengalami kenaikan, namun stok beras aman.
Selama musim panen di tahun 2015 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro tidak bisa membendung masuknya tengkulak dari luar daerah yang memborong gabah hasil panen padi di wilayah Bojonegoro. Sebab, hal ini dianggap wajar dan tak ada batasan pembelian dari luar daerah.
Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Bojonegoro, Bambang Sutopo, masuknya tengkulak yang memborong gabah hasil panen di Bojonegoro tidak dapat dicegah atau dibendung. Sebab, kata dia, para tengkulak itu dibutuhkan oleh petani.
“Petani sudah pintar. Mereka bisa mengukur sendiri berapa gabah yang dijual kepada tengkulak dan berapa gabah yang disimpan untuk cadangan pangan,” ujarnya.
Ia mengatakan, gabah hasil panen yang diborong oleh tengkulak itu tidak sampai membuat cadangan gabah dan beras di Bojonegoro jeblok. Hal ini karena konsumsi beras di Bojonegoro setahun hanya sekitar 450 ribu ton. Sementara, hasil produksi padi di Bojonegoro pada tahun 2014 saja sekitar 800 ribu ton. Sedangkan, produksi padi pada tahun ini ditargetkan mencapai 1 juta ton.
“Jadi cadangan gabah di Bojonegoro itu cukup melimpah. Sehingga kalau sebagian cadangan itu dibeli oleh tengkulak dari luar daerah tidak masalah,” ujarnya.
Saat ini para petani yang mempunyai lahan sawah di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mulai di Kecamatan Ngraho, Padangan, Malo, Kalitidu, Gayam, Bojonegoro, Balen, Sumberrejo hingga Baureno sedang panen padi. Namun, gabah hasil panen di tingkat petani itu banyak diborong oleh tengkulak dari daerah Blora, Pati, dan Rembang, Jawa Tengah. (lya/*acw)

Leave a Comment