Share

Dinas Kesehatan Sarankan sekolah Buat Kantin Mandiri

Bojonegoro (Media Center) – Pasca temuan bahan makanan tambahan yang berbahaya bagi tubuh pada jajanan sekolah yang beredar di Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kesehatan mengusulkan agar masing-masing sekolah membuat kantin mandiri. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) saat ditemui kanalbojonegoro.com.

Suharto, kabid PKM Dinas Kesehatan Bojonegoro menjelaskan, keberadaan kantin mandiri di lingkup sekolah bisa meminimalisir bahan pangan berbahaya yang dikonsumsi oleh para siswa. hal ini lantaran, bahan makanan tambahan yang berbahaya bagi tubuh kerap ditemukan dalam jajanan yang dikonsumsi para siswa di lingkungan sekolah.

“Rata-rata penjual jajan gerobak, dan pedagang kaki lima (PKL),” jelas Suharto.

Ia menambahkan, tak hanya mengusulkan kantin mandiri, pihak Dinas Kesehatan juga telah melakukan sosialisasi pada para pedagang gerobak dan PKL terkain bahan makanan tambahan yang berbahaya seperti pewarna, boraks, formalin dan sebagainya.

“Sosialisasi kita berikan pada pedagang, bahan berbahaya apa saja dan dampaknya jika dikonsumsi manusia terutama pelajar,” lanjut harto.

Ia menuturkan, konsen penyuluhan bahan pangan berbahaya ini memang difokuskan untuk pelajar. Hal ini lantaran sebagai generasi muda, jika pelajar sejak dini mengkonsumsi bahan makanan yang tak sehat tentu akan menghambat tumbuh kembang anak. Tak hanya itu, konsumsi bahan makanan tambahan berbahaya jika dilakukan terus menerun bisa memicu berbagai penyakit mematikan seperti kanker, stroke dan penyakit mematikan lainnya.(lya/dwi)

Leave a Comment