Share

Dinas Koperasi dan UMKM Ajukan Pasar Lelang

Bojonegoro (Media Center) – Semakin meningkatnya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro membuat persaingan produksi dan kualitas para perajin semakin tinggi. Hal ini tentunya membuat para perajin harus pandai melihat peluang dan menciptakan inovasi baru agar tetap bisa unggul. Terutama menjelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bojonegoro seringkali menggelar Pasar lelang di beberapa Kabupaten/Kota lain untuk meningkatkan kreativitas para perajin di Bojonegoro. Sistem pasar lelang ini dibuat seperti pameran yang diikuti Kabupaten Bojonegoro serta Kabupaten/Kota yang dituju.

“Di tahun 2014 lalu kita sudah menggelar Pasar Lelang di Bantul dan Tulungagung. Jadi saat perajin kita bertemu dengan perajin dari daerah tersebut bisa bertukar ilmu,” jelas Supardi, Kasi UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bojonegoro.

Di tahun 2015 ini, rencananya akan dianggarkan dua kegiatan Pasar Lelang yang akan diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2015 nanti.

Sementara itu, para perajin mengaku sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Terutama menjelang pemberlakukan pasar bebas atau MEA di akhir tahun 2015 ini. Hal ini seperti yang disampaikan Eryul Mufida, salah satu pelaku UKM di Bojonegoro.

Menurutnya, hingga saat ini, para perajin membutuhkan fasilitas dari pemerintah untuk mendapatkan akses pelatihan yang bersifat meningkatkan kreatifitas perajin. Selain itu, pemerintah juga bisa berperan dalam turut memperluas pemasaran dan promosi.

“Saat MEA nanti pasti akan lebih banyak persaingan. Perajin sangat butuh ide-ide kreatif baru,” tukas Eryul.(Lya/dwi)

Leave a Comment