Share

Dinas Pendidikan Bojonegoro Masih Tunggu Hasil Daftar Ulang untuk Pastikan Kekurangan Pagu

Bojonegoro, Media Center – Dinas Pendidikan Bojonegoro masih menunggu hasil daftar ulang peserta didik baru untuk memastikan apakah pagu di semua SMP Negeri di wilayahnya terpenuhi atau tidak.

“Kita masih nunggu daftar ulang dulu. Karena kepastiannya dari daftar ulang itu,” jelas Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Bojonegoro, Suyanto dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Menurut dia, bisa jadi dari calon peserta didik baru yang sudah mendaftar di sekolah yang dituju tidak melakukan daftar ulang, sehingga dinyatakan mengundurkan diri.

“Atau bisa sebaliknya. Ada calon peserta didik baru yang daftar ulang sekalian mendaftar secara offline. Karena bagi sekolah yang pagunya belum terpenuhi bisa membuka pendaftaran secara offline,” tutur mantan pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro itu.

Daftar ulang calon peserta didik baru akan dilaksanakan pada Senin – Rabu (6 -8/7/2020) pekan depan. Mekanismenya, bagi peserta didik yang dinyatakan diterima di sekolah yang dituju wajib melakukan daftar ulang secara online melalui website ppdbbojonegoro.net.

Kedua, peserta didik yang telah diterima dan tidak memilih menu daftar ulang sesuai waktu yang sudah ditetapkan, maka dianggap mengundurkan diri.

Selain itu, daftar ulang bisa dilakukan secara offline dengan mekanisme yakni peserta didik melakukan daftar ulang dengan didampingi orang tua dengan menunjukkan berkas asli dan menyerahkan fotokopi sesuai yang diunggah saat pendaftaran.

Kemudian, daftar ulang dilakukan berdasarkan interval waktu, tanggal dan nomor urut yang diatur. Peserta didik dan orang tua wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 meliputi menggunakan masker, diukur suhu tubuh, cuci tangan ketika memasuki lokasi sekolah, dan jaga jarak.

Jumlah SMP Negeri di Bojonegoro sebanyak 49 lembaga. Dari jumlah tersebut diperkirakan ada yang tidak memenuhi pagu.

“Jika melihat kondisi dan pertimbangan sekolah swasta dan MTs juga banyak, saya kira ya ada yang tidak terpenuhi,” pungkasnya.

Sementara itu dari data yang diperoleh saat penutupan pendaftaran ada Jumat (26/6/2020) lalu, dari 49 SMPN baru 12 SMP yang sudah terpenuhi pagunya. Sedangkan 37 lembaga masih kurang dengan jumlah pagu sebanyak 1.460 siswa.(Dwi)

Leave a Comment